Journalnusantara.com, Cianjur – Koalisi Cianjur Progresif, sebuah aliansi mahasiswa lintas kampus, menggelar forum diskusi bertajuk Majelis Pikiran Bebas di Universitas Putra Indonesia (UNPI) Cianjur pada Kamis (17/4/2025).
Mengangkat tema “Sejarah dan Ideologi Pergerakan”, forum ini bertujuan menghidupkan kembali budaya berpikir kritis dan wacana intelektual di kalangan mahasiswa.
Bertempat di Gedung C UNPI, diskusi dibuka langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dody Faraitody Teguh, S.E., M.H. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa menciptakan ruang dialog yang bebas namun bertanggung jawab.
“Kami sangat mendukung forum seperti ini. Aksi mahasiswa tidak hanya turun ke jalan, tapi juga harus didasari oleh intelektualitas agar sikap yang diambil tidak semata emosional, melainkan rasional dan konstruktif,” ujar Dody.
Forum terbagi dalam dua sesi utama. Sesi pertama menghadirkan Fajar Arif Budiman, S.IP., M.AP, seorang akademisi yang mengulas sejarah panjang gerakan mahasiswa Indonesia. Ia menekankan pentingnya pemahaman metodologi dalam pergerakan agar mahasiswa tidak hanya terbawa arus populer.
Sesi kedua diisi oleh Agus Rama Tunggaraga, seorang aktivis mahasiswa yang menyoroti tantangan kontemporer dalam menjaga idealisme dan relevansi gerakan mahasiswa di tengah perubahan sosial-politik yang pesat.
Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Puluhan peserta dari berbagai kampus aktif menyampaikan pandangan serta pengalaman mereka, menjadikan forum ini sebagai ruang alternatif yang menyegarkan di tengah minimnya diskusi terbuka di lingkungan kampus.
Panitia pelaksana menyebutkan bahwa Majelis Pikiran Bebas akan digelar secara rutin, dengan tema-tema yang relevan terhadap perkembangan sosial, politik, dan budaya.
“Kami ingin mengembalikan semangat berpikir kritis mahasiswa, tidak hanya di ruang kelas, tapi juga dalam kehidupan sosial,” kata Zidan Fathur Rahman, salah satu panitia.
Dengan semangat progresif dan independen, Koalisi Cianjur Progresif berharap forum ini dapat menjadi pemantik lahirnya gagasan-gagasan segar serta memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan.
Artikel Terkait
Ijazah, Hal Remeh Tapi Berdampak Besar
Mengenal Muhammad Arif Nuryanta, Hakim Terpeleset Suap Rp60 Miliar
Sejarah Mudik
Keindahan Alam Tersembunyi di Cianjur, Surga Wisata yang Patut Dijelajahi
Pesona Alam Indonesia, Surga Tersembunyi di Nusantara
Mengapa Populasi Muslim Indonesia Mandeg?
MALARI (Malapetaka Lima Belas Januari)
Mutiara Pagi: Kesibukan (Bagian 1813)
Mutiara Pagi: Lukisan Tuhan (Bagian 1814)
Amalan Hari Jumat, Meraih Keberkahan di Hari yang Mulia