BANDUNG, journalnusantara.com - Sosialisasi Program Kebangsaan MPR RI merupakan agenda tahunan yang rutin dilaksanakan untuk mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan yang biasa disebut dengan PBNU (Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 45). Agenda ini sekaligus menjadi wadah kolaborasi antara 9 anak muda dari komunitas Geulis Harmonis Kota Bandung dan MPR-RI .
Kali ini MPR-RI berkolaborasi langsung dengan Gen Z yang tergabung dalam komunitas Geulis Harmonis, salahsatunya Ferel Rizki Herlambang dan anggota lainnya Generasi Z dari Geulis Harmonis.
Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber anggota DPR/ MPR-RI, dan salahsatunya dari Fraksi Partai Golkar, Nurul Arifin. Ia mengatakan empat pilar kebangsaan ini sangat penting untuk terus digaungkan. Apalagi Bangsa Indonesia saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan dan probelamtika kebangsaan yang beragam seperti ancaman persatuan dan kesatuan.
Baca Juga: Bernas, Profesor Enjang AS Tawarkan Dua Solusi Tuntaskan Polarisasi di Tengah Masyarakat
“Saat ini banyak aktor yang bermunculan dan disusupkan untuk memecah belah Ideologi Pancasila. Oleh karenanya saya berharap kita jangan lengah dan jangan mau dipecah belah” kata Nurul dalam sosialisasi 4 Pilar di Hotel Holiday In Bandung, Sabtu (10/7/2023).
Dalam pemaparannya, Nurul menjelaskan latar belakang pentingnya dilakukan sosialisasi 4 Pilar MPR-RI kepada seluruh komponen bangsa, terutama generasi milenial ataupun biasa disebut Gen-Z. Nurul menyatakan bahwa salah satu karakteristik yang menjadikan Indonesia sebagai negara adalah kebesaran, keluasan, dan kemajemukannya. Nurul pun menambahkan, bahwa nilai penting lainnya dalam kehidupan berbangsa adalah menumbuhkan sikap saling menghormati, menyayangi dan menghargai diantara anggota keluarga dan berteman tanpa memandang status sosial dan agama.
"Untuk itu diperlukan suatu konsepsi, kemauan, dan kemampuan yang kuat demi menopang kemajemukan Indonesia, atas dasar itulah para pendiri bangsa berusaha menjawab hal tersebut dengan melahirkan sejumlah konsepsi kebangsaan dan kenegaraan, antara lain yang berkaitan dengan dasar negara, konstitusi negara, bentuk negara, dan wawasan kebangsaan yang dirasa sesuai dengan karakter bangsa Indonesia." tegasnya menjelaskan.
Baca Juga: Serap Anggaran 4,8 T, Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol Bengkulu-Taba
Sebagai politisi gaek dan lamanya berkecimpung sebagai anggota parlemen, Nurul Arifin menambahkan pula bahwa Indonesia adalah bangsa yang majemuk dengan 273 Juta Jiwa, 733 Bahasa dan terdiri dari banyak suku serta kebudayaan. Oleh karena nilai-nilai persatuan yang ada di dalamnya terkandung Ideologi, Politik, Ekonomi dan Sosial Budaya harus senantiasa hadir di tengah masyarakat.
"Beberapa penerapan nilai persatuan itu adalah saling bekerja sama dan menghormati sesama tanpa membedakan suku, agama, ras dan golongan. Nilai penting lainnya adalah menumbuhkan sikap saling menghormati, menyayangi dan menghargai di antara anggota keluarga dan berteman tanpa memandang status sosial dan agama." pungkasnya dengan nada serius.
Masih dengan nada yang sama, perwakilan dari Gen-Z, Ferel Rizki Herlambang mengajak kepada seluruh anak muda dalam halk ini generasi milenial untuk berpatisipasi dalam mempertahankan ideologi dan memaparkan aksi yang berasaskan pancasila di era modern ini.
Baca Juga: Kurun Waktu 1 Bulan, Posko TAKM Terima 760 Pengaduan Warga Terdampak Gempa Cianjur
"Tentunya kegitan kolaborasi kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini bukan hanya sebatas seremonial, namun butuh aksi yang nyata di tengah masyarakat dengan cara mengkampanyekan, mengedukasi, dan mengimplementasikan nilai-nilai empat pilar kebangsaan ini di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara". tutur Ferel lugas menyatakan di forum tersebut dengan nada berapi-api.
Untuk diketahui bahwa acara sosialisasi 4 Pilar MPR RI ini dihadiri oleh Taufik Basari, (Ketua Badan Sosialisasi 4 Pilar) dan diikuti oleh ratusan generasi muda serta masyarakat Kota Bandung. Acara berjalan sukses sesuai dengan agenda yang telah ditetapkan oleh Panitia Pelaksana.***
Artikel Terkait
Akibat Mogok Saat Lintasi Rel, Sebuah Truck Terhantam KA Brantas
Bocah 9 Tahun asal Sukanagara Derita Tumor Ganas, Dirujuk Beberapa RS Karena Tak Sunggup Menangani
Moment Hari Jadi Cianjur, AMUB Minta Bupati Berhentikan Sekda Karena Sudah Lakukan Politisasi Kampus
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Jadi Korban Mutilasi Indentitasnya Berhasil Diungkap Kepolisian
Waw, PPATK Sebut Ada Penarikan Sampai Ratusan Milyar dan Bantah Blokir Semua Rekening Al-Zaytun
Bocah 9 Tahun Penderita Tumor Asal Sukanagara Cianjur Menghembuskan Nafas Terakhir di RSUD Sayang
Sungguh Ironi Apabila Program PKBM Paket A,B, dan C menjadi Ujung tombak peningkatan IPM di Cianjur
Kurun Waktu 1 Bulan, Posko TAKM Terima 760 Pengaduan Warga Terdampak Gempa Cianjur
Bernas, Profesor Enjang AS Tawarkan Dua Solusi Tuntaskan Polarisasi di Tengah Masyarakat
Serap Anggaran 4,8 T, Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol Bengkulu-Taba