JournalNusantara.com - Pernyataan Pimpinan Ponpes Al-Zaytun Panji Gumilang yang menyatakan bahwa semua rekening diblokir sehingga Al-Zaytun tidak bisa mengelola kegiatannya dibantah PPATK.
Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) membantah memblokir seluruh rekening milik Panji Gumilang maupun Pondok Pesantren Al Zaytun. PPATK menyebut masih ada rekening yang bisa dioperasikan oleh Panji maupun Al Zaytun untuk operasional.
"Statemen PG bahwa semua rekening diblokir dan AZ tidak bisa mengelola kegiatannya adalah tidak benar," kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana saat dikonfirmasi, Selasa (18/7).
Baca Juga: Akibat Mogok Saat Lintasi Rel, Sebuah Truck Terhantam KA Brantas
Ivan memgungkap, dalam pemantauan PPATK, rekening yang tidak diblokir masih melakukan transaksi keuangan. Hal itu sekaligus membantah Al Zaytun tidak bisa menjalankan operasionalnya.
"Rekening operasional masih bisa dipakai dan faktanya dilakukan penarikan dalam jumlah besar hampir tiap hari melebihi estimasi biaya kebutuhan operasional harian atau bulanan," jelasnya.
Baca Juga: Menjaga Silaturrahim Umat
Tak hanya itu, Ivan bahkan menyebut penarikan uang dari rekening yang tidak diblokir jumlahnya fantastis. Namun, dia tak menyebut secara pasti jumlahnya. Hanya saja dalam kisaran ratusan miliar rupiah.
"Ratusan M (jumlah penarikannya). Kita tidak tahu apakah dipakai untuk operasional atau untuk hal lain," pungkas Ivan.***
Sumber : jawapos.com
Artikel Terkait
Keren...FDK UIN Bandung Ukir Sejarah Gelar Orasi Ilmiah 4 Guru Besar
Diduga ada Permainan dalam PPDB SMAN, SMKN dan SMPN 2023, Kampac Datangi Kadisdik Cianjur
Jelang Pemilu 2024, KPK Gaungkan 'Hajar Serangan Fajar'
Mengingatkan! Berikut Tahapan dan Jadwal Pemilu 2024
Asyro, Gadis Cantik yang Menekuni Dunia Model
Menjaga Silaturrahim Umat
Akibat Mogok Saat Lintasi Rel, Sebuah Truck Terhantam KA Brantas
Bocah 9 Tahun asal Sukanagara Derita Tumor Ganas, Ditolak Beberapa RS Karena Tak Sunggup Menangani
Moment Hari Jadi Cianjur, AMUB Minta Bupati Berhentikan Sekda Karena Sudah Lakukan Politisasi Kampus
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Jadi Korban Mutilasi Indentitasnya Berhasil Diungkap Kepolisian