Bernas, Profesor Enjang AS Tawarkan Dua Solusi Tuntaskan Polarisasi di Tengah Masyarakat

photo author
Ridwan Mubarok, Journal Nusantara
- Kamis, 20 Juli 2023 | 15:01 WIB
Prof. Dr. H. Enjang AS, M.Si., M.Ag., CICS yang akrab dipanggil Kang Enjang, menyampaikan  fenomena yang terjadi di tengah masyarakat bangsa yang menurutnya sangat mengkhawatirkan, yaitu adanya polarisasi, fragmentasi, dan konflik sosial yang masih terus terjadi.
Prof. Dr. H. Enjang AS, M.Si., M.Ag., CICS yang akrab dipanggil Kang Enjang, menyampaikan fenomena yang terjadi di tengah masyarakat bangsa yang menurutnya sangat mengkhawatirkan, yaitu adanya polarisasi, fragmentasi, dan konflik sosial yang masih terus terjadi.


BANDUNG, journalnusantara.com - Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung selenggarakan orasi ilmiah guru besar (Senin, 17/07/2023). Orasi ilmiah bertema, “Peradaban Dakwah: Memperkokoh Pijakan Memperjauh Lompatan” menghadirkan empat orang guru besar, 2 guru besar bidang Sosiologi Islam dan 2 guru besar Ilmu Komunikasi.

Acara yang berlangsung di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi lantai 4 ini, merupakan rangkaian acara pengukuhan 20 Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung, yang dilaksanakan pada Selasa, 18 Juli 2023.

Dalam orasi ilmiah Pengukuhan Guru Besar Ilmu Komunikasi tersebut, Prof. Dr. H. Enjang AS, M.Si., M.Ag., CICS yang akrab dipanggil Kang Enjang, menyampaikan fenomena yang terjadi di tengah masyarakat bangsa yang menurutnya sangat mengkhawatirkan, yaitu adanya polarisasi, fragmentasi, dan konflik sosial yang masih terus terjadi.

Fenomena ini memperlihatkan tentang adanya perbedaan pendapat yang cukup tajam dan pengkubuan di antara kelompok- kelompok sosial yang berbeda.

Baca Juga: Tokoh Masyarakat Campaka Sepakat Dukung Gardian Muhammad Jadi Anggota DPRD Cianjur

"Di ranah politik, misalnya, terjadi polarisasi secara tajam sejak tahun 2014 atau lebih tepatnya pada waktu Pemilihan Presiden Tahun 2014, selanjutnya diikuti oleh Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017. Selanjutnya, Pemilihan Presiden 2019," ujarnya, pada Kamis 20 Juli 2023.

Menurutnya, beberapa hasil studi menunjukkan pertentangan tersebut masih terus berlangsung sekalipun pilpres telah berakhir dan Prabowo Subianto, sebagai lawan politik Jokowi telah bergabung dengan Pemerintahan Jokowi Widodo.

Polarisasi ini pun terjadi dalam isu-isu non-politik, misalnya pada kasus Covid-19. Meski tensi polarisasi tersebut telah menurun, tetapi masyarakat pantas untuk cemas karena pertentangan ini bisa jadi muncul kembali memasuki tahun politik 2024.

"Pada tahun politik atau dalam menghadapi tahun politik, khususnya pada masa kampanye pemilihan presiden, gerakan yang mengarah pada terjadinya polarisasi, fragmentasi, gesekan sosial, bahkan konflik sosial mendapatkan rumahnya yang begitu ideal, dengan hadirnya media sosial," katanya.

Baca Juga: Kurun Waktu 1 Bulan, Posko TAKM Terima 760 Pengaduan Warga Terdampak Gempa Cianjur

Keberadaan media sosial, kata Kang Enjang, menjadi media yang bisa mempengaruhi terbangunnya polarisasi dengan berbagai berita yang tidak benar.
Persoalannya tersebut terjadi akibat para pengguna informasi cenderung kurang selektif dan hanya didasarkan pada pengetahuan yang terbatas pada kelompoknya.

Rangkaian acara pengukuhan 20 Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung, yang akan dilaksanakan pada Selasa, 18 Juli 2023.
Rangkaian acara pengukuhan 20 Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung, yang akan dilaksanakan pada Selasa, 18 Juli 2023.

"Ditambah kurang memperhatikan benar atau tidaknya informasi yang masuk kepadanya. Bahkan seringkali mudah terpropokasi oleh informasi yang didapatkannya. Padahal, suatu informasi bisa saja salah atau memang sengaja dibuat salah, atau dibuat sesuai fakta tetapi dimaksudkan untuk merugikan atau menyudutkan sesorang, kelompok, organisasi atau bahkan negara," papar Enjang.

Dalam media sosial, secara umum masyarakat sering mendapatkan informasi yang tak benar. Bahkan ada informasi yang mengandung unsur kepalsuan (false) dan merugikan (harmful), atau setidaknya ada semacam kekacauan informasi (information disorder) yang terdapat di dalamnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ridwan Mubarok

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Selasa, 5 Mei 2026 | 22:25 WIB

Polri dan TNI Bersinergi Sikat Mafia Migas

Selasa, 7 April 2026 | 17:45 WIB

Menghindari Kemacetan Puncak

Sabtu, 4 April 2026 | 10:40 WIB
X