Kampus UNSUR Bercitarasa Parpol, Demi Hegemoni Bupati Bertaruh Harga Diri

photo author
Ridwan Mubarok, Journal Nusantara
- Sabtu, 1 Juli 2023 | 10:33 WIB
Ridwan Mubarak; Universitas Suryakancana (Unsur) merupakan Kampus Swasta Ternama di Cianjur yang telah banyak melahirkan tokoh-tokoh besar, baik lokal maupun nasional. Kampus lokal bercitarasa nasional bahkan internasional.
Ridwan Mubarak; Universitas Suryakancana (Unsur) merupakan Kampus Swasta Ternama di Cianjur yang telah banyak melahirkan tokoh-tokoh besar, baik lokal maupun nasional. Kampus lokal bercitarasa nasional bahkan internasional.

STOP Politisasi Kampus UNSUR Cianjur dengan Dalih Apapun, UNSUR adalah Lembaga Pendidikan dan Aset Berharga Milik Bangsa, bukan Milik Partai Politik.

"Kebijakan Bupati Cianjur terkait pengukuhan para fungsionaris Parpol menjadi calon Pengurus Organ Yayasan Pendidikan Unsur Cianjur adalah kesesatan logika, dan menjadi indikator lemahnya kualitas berfikir seorang Kepala Daerah".

 

OPINI, journalnusantara.com - Barometer sehatnya sebuah bangsa adalah tiga indikator yang menjadi penegas konsistensinya grade Human Depelovment Index ataupun Indek Pembangunan Manusia (IPM), yakni pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat. IPM hingga saat ini juga masih menjadi trend tolok ukur sehatnya sebuah tatanan birokrasi yang berimplikasi terhadap kesejahteraan dan sehatnya masyarakat lahir maupun bathin. Masyarakat yang terpenuhinya kebutuhan pangan, sandang dan papan yang menjadi kebutuhan primer manusia pada umumnya.

Pun demikian dengan IPM Kab. Cianjur yang kerap diperbincangkan dan menjadi tema pokok diskusi di warung kopi hingga ruang birokrasi Bupati, IPM di Kota Santri ini sangat mengkhawatirkan, bahkan jauh tertinggal jika dibandingkan dengan daerah penyangga ibu kota negara lainnya.  

Mengutip pemberitaan di media online detik.com edisi 26 Maret 2022, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cianjur bertahan di peringkat terendah dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Meskipun mengalami kenaikan setiap tahunnya, namun Cianjur belum bisa naik posisi.

Baca Juga: KPK Ajak Masyarakat Jauhi Politik Uang dan Jadi Pemilih Cerdas

Sekadar diketahui, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistika (BPS) sejak 2018 hingga Kabupaten Cianjur berada di penilaian IPM 2021 Cianjur berada di posisi paling bawah. Pada 2018 IPM Cianjur di angka 64.62, pada 2019 mengalami kenaikan menjadi 65.38.

Namun pada 2020 terjadi penurunan sebesar 0.02, sehingga IPM Cianjur berada di angka 65.36. Sementara itu untuk 2021 IPM Cianjur naik menjadi 65,56 poin. IPM Cianjur di tahun lalu di bawah Kabupaten Tasikmalaya dengan 65.90 dan Garut dengan 66.45 poin.

Ridwan Mubarak; Universitas Suryakancana (Unsur) merupakan Kampus Swasta Ternama di Cianjur yang telah banyak melahirkan tokoh-tokoh besar, baik lokal maupun nasional. Kampus lokal bercitarasa nasional bahkan internasional.
Ridwan Mubarak; Universitas Suryakancana (Unsur) merupakan Kampus Swasta Ternama di Cianjur yang telah banyak melahirkan tokoh-tokoh besar, baik lokal maupun nasional. Kampus lokal bercitarasa nasional bahkan internasional.

Pertanyaannya, mengapa IPM Cianjur selalu terendah setiap tahunnya, padahal secara geografis daerah inbi dekat dengan ibu kota negara, Jakarta dan dekat pula ke ibu kota provinsi, Bandung. Harusnya akses informasi dan komunikasi lebih cepat dibandingkan dengan kab/ kota lainnya, karena Cianjur menjadi daerah perlintasan bisnis dua kota besar tersebut. 

Secara demografis, Penduduk Kab. Cianjur saat ini berkisar 2,4 juta jiwa, include dengan bonus demografis Gen-Z yang akan melanjutkan estafeta kepemimpinan kaum tua yang sudah tidak lagi produktif. Seharusnya, jika melihat sumber daya manusia yang begitu melimpah, Cianjur tidak perlu mengalami krisis IPM, warga di Cianjur ini sudah waktunya hidup dalam kecukupan dan sejahtera lahir bathin. Lantas mengapa berbagai kemunduran terjadi di Cianjur ini, terbukti dengan rendahnya tingkat pendidikan, kesehatan dan daya beli yang termaktub dalam IPM?.

Baca Juga: HUT Bhayangkara ke-77, Polres Cianjur Laksanakan Baksos dan Renovasi Rumah

Ternyata jawabannya sangalah mudah, yakni mengutip apa yang disampaikan Guru Besar Sosiolog UI Prof. Musni Umar terkait pemerintahan, yaitu rendahnya kualitas kepemimpinan dan tidak jelasnya arah pembangunan. Kualitas pemimpin dalm hal ini kepala daerah Kab. Cianjur akan sangat diuji kapasitas, kompetensi dan integritasnya sebagai seorang pemimpin. Apakah ia cukup cakap mengelola aset dan potensi-potensi yang ada di daerahnya, atau justru sebaliknya, ketidakmampuan menterjemahkan potensi SDA dan SDM yang ada menjadi aset berharga untuk tumbuh dan berkembangnya daerah yang ia pimpin, sehingga dapat berkompetensi dengan daerah lainnya di Jawa Barat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ridwan Mubarok

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Selasa, 5 Mei 2026 | 22:25 WIB

Polri dan TNI Bersinergi Sikat Mafia Migas

Selasa, 7 April 2026 | 17:45 WIB

Menghindari Kemacetan Puncak

Sabtu, 4 April 2026 | 10:40 WIB
X