Puisi Butet Serang Anies Baswedan, Rizal Ramli; Bukan Budayawan, Cuma Seniman Pecicilan

photo author
Ridwan Mubarok, Journal Nusantara
- Selasa, 27 Juni 2023 | 12:00 WIB
Soosk Butet Kertaredjasa, Sosok Butet Kartaredjasa yang menuai banyak polemik dan kritik dari para pendukung dan simpatisan Anies Baswedan atas bacaan syair puisinya yang terkesan menyerang Bacapres lain.
Soosk Butet Kertaredjasa, Sosok Butet Kartaredjasa yang menuai banyak polemik dan kritik dari para pendukung dan simpatisan Anies Baswedan atas bacaan syair puisinya yang terkesan menyerang Bacapres lain.

JournalNusantara.com - Tampilnya sang budayawan Butet Kertaradjasa di acara PDIP beberapa waktu lalu menuai banyak kritikan, terlebih dari kubu pendukung Bacapres Anies Baswedan.

Syair puisi yang Butet sampaikan dan disaksikan banyak kader dan simpatisan PDIP dianggap menyerang sosok Bacapres Anies, sehingga tidaklah mengherankan banyak pendukung Anies yang balik menyerang dengan narasi dan diksi perlawanan di lini masa sosial media. Dan kini menjadi perbincangan hangat warganet hampir di seluruh flatform medsos.

Hal ini seperti yang diunggah oleh Politisi dan ekonom senior Rizal Ramli melalui akun miliknya @RamliRizal: "Ini mah bukan Budayawan oii, cuman tukang seniman pecicilan dan partisan yg memperluas konflik horizontal" twittnya dengan lantang. 

Baca Juga: Gila...Dukun di Banyumas Bunuh 7 Bayi Hasil Inces dengan Anak Kandung

Kolom komentar akun twitter Rizal Ramli pun dipenuhi dengan tanggapan beragam, diantaranya komentar akun @ZAMHARIBASYIR1: "Budayawan ? Budayawan itu kepala dan hatinya sarat dgn nilai-nilai kemanusiaan dan kedamaian. Tak ada ruang utk memproduksi kata-kata kasar dan kebencian." tulisnya tegas. Kemudian komentar akun @bamblend: "Kadrun pada kelonjotan denger puisi Butet. Kalian gak mengakui Butet sebagai seniman juga gak ada pengaruh apa2 untuk Butet kok drun. Kalia lupa ya waktu si ainun nadjib kemarin menghina Pak Jokowi?? Nah, sekarang gantian drun, rasakno junjunganmu di injek2 martabatnya." tulisnya dengan nada nyinyir, dan akun @dodyide: "Reformasi hanya melahirkan 3 model manusia. 1. Tulus ingin perubahan lebih baik 2. Hanya ingin gantian berkuasa dan semena-mena 3. Pelampiasan dendam dan benci. Sayangnya model 2 & 3 saat ini lebih mendominasi." tegas akun tersebut.

Baca Juga: Jelang Idul Adha, Bupati Cianjur Sidak Beberapa Komoditi Kebutuhan Pokok

Hal senada juga dikemukakan oleh akun @jayusmana752: "Setuju pak RR. Orang ini hanya mencari panggung untuk kembali dikenal orang. Gak peduli dia harus menghina dan mencaci org lain asal dapat tepukan dari tuan rumah. Seniman apaan kayak gitu yg kerjanya membuat konflik semakin luas." cuitnya, lanjut komentar akun @used2beagoodboy: "Budayawan itu cak nun. Siapa saja tokoh di depannya dikomentari pedes. Biar tokoh itu mikir. Butet ini politikus. Memihak. Kalau masih mau disebut budayawan, ya budayawan sembako. Katanya banyak dibantu megawati. Karyanya hanya seharga sembako." pungkasnya.***

Sumber: Twitter

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ridwan Mubarok

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X