JournalNusantara.com - Safari Calon Presiden dari PDIP, Ganjar Pranowo terus dilakukan ke berbagai tempat di seluruh Indonesia. Kini giliran Provinsi Nusa Tenggara barat (NTB) yang dikunjungi Ganjar melalui lawatan politiknya.
Hal ini seperti yang diunggah oleh akun @Mdy_Asmara1701 pada Minggu(18/06). Dalam unggahannya terdapat tulisan yang bernada tegas yakni, "PDIP: Orang NTB Tidak Tahu Diri jika Tak Pilih Ganjar. Untuk mencapai target itu, ia mengaku tak segan memberikan sanksi tegas pemecatan jika ada kader yang tidak sungguh-sungguh memenangkan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024." demikian bunyi tulisan yang diunggah di aplikasi sosmed Twitter.
Baca Juga: Maju ke Senayan, Nia Rohania Ingin Perjuangkan Hak-Hak Perempuan
Berikutnya, sudah dapat ditebak yakni beragam komentarpun mewarnai unggahan akun @Mdy_Asmara1701. Seperti komentar akun milik han subhan aukombi dengan nama akun @aukombi13: "Muntah dengar nya... Saya yg NTB banyak2 maaf keturunan saya untuk pilih PDIP..." tulisnya. Lanjut dengan komentar akun milik Dhena dengan nama akun @arya_dhena: "Yailah lah hrs tegas ini namanya Militan.. Buat apa kader gk loyal.apalagi ada korupsi... Yg penting tdk mt mahar kl ambil posisi... Ente jangan LEBAY. the president threshold sdh 20%.ente mau nunjukin apa dg berita spt itu, mau menggoreng berita? kasihan hy itu yg km bs?." cuitnya. Kemudian akun @AbuKitab1: "Gw bukan org NTB, tp gw ga terima jk disebut spt itu, mosok dibilang ga tau diri, apa org NTB akan terima??" tulisnya dengan nada menyesalkan.
Baca Juga: Pelaku Bullying di Bawah Umur Harus Mendapat Pembinaan Ekstra Agar Tak Mengulangi Perbuatannya
Masih dengan nada yang sama, dituliskan oleh akun Antonius JamGo @RajoSyukri: "Pdip tak tau diri kalo pilihan itu untuk yang cerdas. Bukan petugas partai.. Say no to pdip." tegasnya, akun hafid subhan @hsubhan: "Aneh gw dg politik ini, semua cmn ngadu perolehan suara atau ngga saling menjatuhkan lawan dg cara yg ga sehat (caci maki, fitnah, cari keburukan, dll), mana adu gagasan2nya yg brilian, Makin yakin kontestasi pemilu cmn ajang bagi2 kekuasaan, bukan betul2 menyejahterakan rakyat." cuitnya merasa heran.
Baca Juga: GMNU Jabar Tegaskan Haram Hukumnya Menimba Ilmu di Al-Zaytun
Selanjutnya tulisan akun Fadli @Fadlipenyair: "Dulu Pak Jokowi kalah dua kali di NTB. Tetapi kita tetap di-support," kata Rachmat dalam rapat konsolidasi yang dihadiri Ganjar..ndak paham tujuan kita bernegara..siapapun yg jd pemenang pemilu sdh pasti mementingkan lpentingsn sluruh rakyat,demienang sampai segitunya bicara?. Diakhiri dengan cuitan akun muhammad wahid @wahidlombok: "Hehe, muntah dengarnya. Banteng lg ngigo ato mabuk nih. Tidak ada sejarahnya pdip menang di NTB. Serius." selorohnya.***
Sumber: Twitter
Artikel Terkait
Universitas Borobudur dan Disdikpora Gelar Sosialisasi Perlindungan Hukum Korban Bullying di Sekolah
Nostalgia, Mars Al-Ittihad Membahana dalam Munaslub IKAPPA
Terjadi Lagi, Bullying Terhadap Siswi oleh Si Rambutt Pirang, Pukulan dan Tendangan Seolah Penyiksaan !
RTK ke-XXII, PK PMII STAI Al-Azhary Cianjur Komitmen dan Konsisten Jadikan Kaderisasi sebagai Ruh Pergerakan
Pisangnya Gede Banget, Berikut Buah-Buahan yang Banyak Dihasilkan di Indonesia
Wapres RI Gagas Pembentukan Wisata Religi Indonesia-Uzbekistan, Ada Makam Imam Bukhori
GMNU Jabar Tegaskan Haram Hukumnya Menimba Ilmu di Al-Zaytun
Wisuda Siswa SDN Mandalawangi Berlangsung Meriah, Kepsek Berharap Pengajuan RKB Segera Terealisasi
Pelaku Bullying di Bawah Umur Harus Mendapat Pembinaan Ekstra Agar Tak Mengulangi Perbuatannya
Maju ke Senayan, Nia Rohania Ingin Perjuangkan Hak-Hak Perempuan