JournalNusantara.com - Koalisi Perubahan yang terdiri atas Partai Demokrat, NasDem dan PKS, telah menyepakati sejumlah kriteria yang harus dipenuhi oleh bakal calon wakil presiden pendamping Anies. Hal ini menegaskan bahwa pendamping Anies harus memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan agar bisa mendongkrak popularitas.
“Ada sejumlah kriteria calon wakil presiden yang sudah disepakati bersama oleh tiga partai, yang itu semua kami serahkan pada akhirnya ke bakal calon presiden kami Mas Anies Rasyid Baswedan untuk bisa menentukan siapa yang dianggap terbaik, dan bisa membawa kemenangan bersama kami,” kata Ketua Umum Demokrat selepas bersilaturahmi dengan Sekretariat Bersama KIB Pendukung Anies Baswedan di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Rabu, (8/6).
Baca Juga: Partai Gerindra Nilai Erick Thohir Cocok Jadi Salah Satu Kandidat Cawapres Prabowo
Terkait penetapan itu, AHY kembali mengingatkan bakal calon presiden yang diusung dan partai-partai anggota Koalisi Perubahan agar segera menetapkan bakal calon wakil presiden.
"Kami juga sepakat bahwa perlu segera karena kami juga ingin lebih cepat membangun sinergi dan kolaborasi yang lebih terintegrasi secara utuh dari tingkat atas sampai dengan akar rumput," Tegas nya.
Sementara itu, Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra, saat ditemui selepas jumpa pers, Rabu, menegaskan pernyataan AHY tersebut bukan bentuk desakan bagi koalisi untuk mengumumkan nama yang akan dipasangkan dengan mantan gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Baca Juga: Isu Boleh Berzina, MUI; Al-Zaytun Terang-terangan Sudah Melawan Tuhan !
Kekhawatiran Partai Demokrat lebih pada waktu penetapan pasangan bakal capres dan bakal cawapres, karena hal itu berpengaruh pada efektivitas kerja pemenangan untuk Pilpres 2024.
Berdasarkan data-data dan pengalaman Partai Demokrat, Herzaky menyampaikan waktu ideal untuk kerja pemenangan pilpres sekitar 6–8 bulan.
"Keliling (Indonesia) itu secara saintifik, pengalaman kami 6–8 bulan, karena di negara maju pun rata-rata butuh waktu 6 bulan sebelum (pemilihan), mesti mengumumkan (pasangan capres-cawapres). Ini yang menjadi patokan dan pembelajaran kami," katanya.
Dia menjelaskan, situasi akan menjadi berbeda apabila tingkat elektabilitas Anies Baswedan, sebagaimana rilis beberapa lembaga survei, unggul jauh dari kompetitornya, yaitu Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.
Baca Juga: Tim Bulutangkis Indonesia Ikuti Kejuaraan SIngapore Open 2023
"Kita lihat survei saat ini, Mas Anies bukan yang terdepan, bukan paling atas, bukan unggul jauh. Kecuali, Mas Anies saat ini (tingkat elektabilitasnya) 40 persen unggul jauh dari yang lain, sehingga cawapres lebih kepada melengkapi," jelasnya.
Artikel Terkait
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan Petinggi Militer Negara ASEAN
Asosiasi Motor Honda Cianjur Gelar Pemilihan Ketua Masa Bakti 2023-206
Hasil Survey Fixpoll Indonesia Menyebut Mahmud MD dan Lanyalla Pigur Potensial Cawapres
Tim Bulutangkis Indonesia Ikuti Kejuaraan SIngapore Open 2023
Waduh...Polri Tercoreng Lagi Gegara Oknum Kompol Minta Jatah Terus, Bawahan Pusing Langsung Lapor
Isu Boleh Berzina, MUI; Al-Zaytun Terang-terangan Sudah Melawan Tuhan !
STAI Al-Ittihad Cianjur, Unggul dan Biaya Terjangkau
Hati Suhita: Teaser, Trailer dan Film
Sedikitnya 20 Orang Perwakilan Korban Dugaan Arisan Bodong Akan Laporkan IYI ke Polrest Cianjur
Partai Gerindra Nilai Erick Thohir Cocok Jadi Salah Satu Kandidat Cawapres Prabowo