JOURNALNUSANTARA.COM, JAKARTA - Dukungan disampaikan oleh Muhamad Fathur Rozaq, Sekretaris Direktur Lembaga Ekonomi Kreatif dan Sociopreneur BEM PTNU Se-Nusantara, terhadap komitmen Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) dalam mengembangkan koperasi di lingkungan pesantren.
Menurutnya, langkah Kemenkop UKM yang memberikan dukungan permodalan, pendampingan, serta pelatihan kepada koperasi pesantren merupakan kebijakan strategis dalam memperkuat ekonomi umat dan mendorong kemandirian lembaga pesantren.
“Menurut saya, komitmen Kementerian Koperasi dan UKM dalam mengembangkan koperasi di pesantren adalah langkah yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan ekonomi umat hari ini. Pesantren punya kekuatan sosial dan ekonomi yang besar, jadi sudah sewajarnya didorong menjadi pusat kemandirian ekonomi berbasis rakyat,” ujar Fathur.
Ia menegaskan bahwa pesantren tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Dengan pengelolaan yang profesional, koperasi pesantren dapat berkembang menjadi badan usaha yang kuat dan berdaya saing.
“Bantuan modal, pendampingan, dan pelatihan yang diberikan ke koperasi pesantren menunjukkan bahwa negara benar-benar berpihak pada ekonomi rakyat. Kalau dikelola dengan baik dan berkelanjutan, koperasi pesantren bukan hanya bisa memenuhi kebutuhan pesantren, tapi juga bisa menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitarnya,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Fathur Rozaq melalui BEM PTNU menyatakan siap mendukung pemerintah dalam memperkuat program pemberdayaan ekonomi umat ini. Menurutnya, kerja sama antara mahasiswa, pesantren, dan pemerintah sangat penting agar akses pasar semakin luas, jalur distribusi makin kuat, dan ekonomi lokal bisa tumbuh saling mendukung.
“Kami dari BEM PTNU siap menjadi mitra pemerintah sekaligus mitra kritis dalam menyukseskan program pemberdayaan ekonomi umat ini, supaya tercipta ekosistem ekonomi lokal yang berkelanjutan dan bisa dirasakan semua pihak,” tegasnya.
Ia berharap komitmen pemerintah dalam pengembangan koperasi pesantren tidak berhenti pada program jangka pendek atau bersifat seremonial, melainkan dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.
“Ke depan, program seperti ini harus terus dijalankan agar pesantren bisa benar-benar mandiri secara ekonomi. Koperasi pesantren harus benar-benar ditempatkan sebagai pilar penting pembangunan ekonomi umat dan bagian dari strategi besar pembangunan nasional,” tutup Fathur.
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Mengelola Kemungkinan (Bagian 20259)
Joey Pelupessy Semakin Dekat dengan Persib Bandung, Presentase Kepindahan Meningkat Drastis
Jadwal Persib usai Kalah dari Malut United, Maung Bandung bakal 'Ngamuk' di Kandang Sendiri
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, 15 Desember 2025: UBS dan Galeri24 Sama-Sama Tidak Ada Perubahan
Meningkatnya Tekanan Darah di Pagi Hari Bisa Bawa Risiko Serius, Ini Penjelasannya
UPDATE Harga Emas Antam Hari Ini, 15 Desember 2025 Naik Tipis, Cek Selengkapnya!
Tips Lari untuk Pemula: Cara Memulai dengan Benar Agar Tetap Sehat dan Terhindar dari Cedera
8 Cara Parenting yang Membantu Anak Tumbuh Mandiri dan Percaya Diri
3 Tips Ampuh Menghadapi Teman Gampang Bawa Perasaan
GERD vs Maag: Bedakan Dua Penyakit Pencernaan yang Sering Bikin Bingung