Pengawal Angkasa, Mengenal Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Sabtu, 4 Oktober 2025 | 20:00 WIB
Satgas Kopasgat memastikan keamanan Bandara Mopah selama kunjungan kerja Menteri Transmigrasi meninjau pembangunan kampus di Papua Selatan.  (Kopasgat)
Satgas Kopasgat memastikan keamanan Bandara Mopah selama kunjungan kerja Menteri Transmigrasi meninjau pembangunan kampus di Papua Selatan. (Kopasgat)

Journalnusantara.com, Jakarta - Setiap matra TNI memiliki unit elite-nya sendiri, dan untuk Angkatan Udara (AU), pasukan khusus tersebut adalah Komando Pasukan Gerak Cepat, atau yang disingkat Kopasgat.

Sebelumnya dikenal dengan nama Paskhas, unit baret jingga ini memiliki peran yang sangat unik dan krusial, terutama karena tugas mereka sangat terikat pada operasi dan aset-aset di udara serta pangkalan udara.

Tugas utama Kopasgat adalah menegakkan dan mempertahankan pangkalan udara (Lanud). Dalam skenario pertempuran, pangkalan udara adalah aset vital dan sering menjadi target serangan musuh.

Kopasgat bertanggung jawab melakukan Pertahanan Pangkalan Udara (Hanlan). Ini mencakup segala hal, mulai dari merebut kembali pangkalan yang diduduki musuh, mengamankan personel dan alutsista, hingga memastikan landasan pacu tetap berfungsi di bawah tekanan.

Selain Hanlan, Kopasgat juga memiliki kemampuan khusus dalam melaksanakan operasi perebutan dan pengendalian pangkalan udara (OP3U). Kemampuan ini memungkinkan mereka diterjunkan ke wilayah musuh atau daerah yang belum dikuasai untuk mengamankan dan menyiapkan landasan udara agar dapat digunakan oleh pesawat-pesawat TNI AU lainnya. Mereka adalah unit pertama yang mendarat dan terakhir yang pergi.

Kopasgat juga memiliki spesialisasi dalam bidang lain. Mereka menguasai teknik SAR Tempur (Search and Rescue tempur), yaitu operasi penyelamatan pilot yang jatuh atau terdampar di daerah konflik. Selain itu, mereka juga ahli dalam penanggulangan teror di area penerbangan dan bandara, serta operasi intelijen khusus.

Pelatihan yang dijalani prajurit Kopasgat sangat keras, meliputi kemampuan tempur di darat, air, dan udara. Mereka harus menguasai terjun bebas militer (Free Fall), fast rope, dan berbagai teknik infiltrasi.

Kopasgat adalah kombinasi sempurna antara kemampuan infanteri darat dengan spesialisasi dukungan penerbangan, menjadikannya pilar utama dalam menjaga kedaulatan ruang udara dan aset-aset strategis TNI AU.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X