Rekor Baru Cadangan Beras

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Sabtu, 10 Mei 2025 | 15:00 WIB
Daerah penghasil padi terbesar. (Tangkapan layar instagram ign.santos)
Daerah penghasil padi terbesar. (Tangkapan layar instagram ign.santos)

Oleh: Entang Sastraatmadja

Persoalan cadangan beras pemerintah KABARIKA.IDperkuat cadangan beras pemerintah yang selama ini dikelola oleh Perum Bulog.

Kabar Gembira dari Jakarta

KABARIKA.ID merilis kabar menggembirakan: Indonesia kembali mencetak tonggak penting dalam sejarah ketahanan pangan nasional.

Pada tahun 2025, stok cadangan beras pemerintah berhasil menembus angka 3,5 juta ton, tertinggi dalam 57 tahun terakhir. Angka ini menjadi prestasi yang membahagiakan sekaligus membanggakan.

Berdasarkan data historis, stok beras nasional pada periode Januari–Mei 1984 tercatat sebesar 3.029.049 ton, saat jumlah penduduk Indonesia diperkirakan 160 juta jiwa.

Kini, empat dekade kemudian, dengan jumlah penduduk hampir dua kali lipat yakni sekitar 280 juta jiwa, Indonesia kembali mencetak prestasi baru yang menunjukkan kontribusi nyata anak bangsa dalam membangun negara.

Per 4 Mei 2025, stok beras di gudang Perum Bulog tercatat mencapai 3.502.895 ton. Meski sebagian masih berasal dari impor, pencapaian ini menjadi rekor tertinggi sejak Bulog berdiri pada tahun 1967. Bahkan capaian ini melampaui masa kejayaan swasembada beras pada tahun 1984.

Menuju Target 4 Juta Ton

Menteri Pertanian Amran menyatakan bahwa stok cadangan beras pemerintah akan terus diperkuat dan diawasi ketat guna mencapai target 4 juta ton dalam waktu dekat. Pemerintah optimistis, dalam 15–20 hari menjelang akhir panen raya, cadangan nasional akan menembus angka tersebut.

Cadangan beras pemerintah yang kuat telah lama dinantikan. Selama ini, stok cadangan beras umumnya berkisar di angka 1 juta ton, yang membuat pemerintah kerap khawatir ketika menghadapi potensi krisis pangan.

Fungsi Strategis Cadangan Beras

Cadangan beras memiliki fungsi vital, antara lain:

Mengatasi krisis pangan, seperti bencana alam, konflik, atau keadaan darurat lainnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Selasa, 5 Mei 2026 | 22:25 WIB

Polri dan TNI Bersinergi Sikat Mafia Migas

Selasa, 7 April 2026 | 17:45 WIB

Menghindari Kemacetan Puncak

Sabtu, 4 April 2026 | 10:40 WIB
X