Pada 13 Maret 1714, tiga bulan sebelum meninggal, Chastelein menulis surat wasiat yang menyatakan bahwa semua tanah dan hartanya diwariskan bukan hanya kepada keluarga, tetapi juga kepada para bekas budaknya.
Bukan sekadar warisan, tapi juga sebuah visi yaitu agar tanah Depok bisa menjadi pusat penyebaran agama dan tempat mereka hidup mandiri.
Mereka dan keturunannya kelak dikenal sebagai “Belanda Depok” yaitu komunitas unik yang mewarisi budaya campuran antara Eropa dan Nusantara.
Lambat laun, nama Depok tetap melekat bahkan hingga zaman modern. Kini, Depok berkembang menjadi kota besar yang dinamis, tapi siapa sangka di balik hiruk-pikuk jalan Margonda dan kampus UI tersimpan kisah klasik tentang kemanusiaan, iman, dan warisan sejarah yang mendalam.
Artikel Terkait
Hari Kartini, Menjadi Perempuan Hebat Tanpa Kehilangan Akhlak
Keberuntungan Lahir Karena Kerja Keras dan Semangat Pantang Menyerah
Mutiara Pagi: Bahaya Kebencian (Bagian 1820)
Polisi Kanibal, Simpan Fantasi Mengerikan dan Siap Memasak Semua Wanita Termasuk Istrinya !
Upaya Penyadaran Melalui Sosialisasi dan Edukasi, Patriot Desa Sukabumi Gandeng Karang Taruna Desa Tegalpanjang Dirikan Bank Sampah Unit
Sosialisasi Pengelolaan Limbah Dapur, Penggerak Lokal dan Patriot Desa Edukasi Ibu-Ibu PAUD di Pangadegan
Patriot Desa Gelar Sosialisasi Pengelolaan Limbah Dapur untuk Ibu-ibu PAUD di Desa Bunijaya
Semangat Gotong Royong Masih Kuat di Kampung Babakan Subang Cianjur
Dipimpin Kader GP Ansor, Koperasi Desa Merah Putih Tegalpanjang Resmi Dibentuk
Mutiara Pagi: Di Tengah Lautan Kata (Bagian 1821)