Kita hidup di tengah lautan kata
Namun sering kehilangan makna
Segala sesuatu bisa dikomentari
Tapi tak banyak yang bisa dimengerti
Ada yang fasih mencela
Tapi gagap mencintai sesama
Lidahnya tajam bagai sembilu
Hatinya kaku tak mau merindu
Ada yang lihai menuding luka
Hingga tak sempat merawat jiwa
Berkoar tentang salah dan dosa
Tapi lupa cara menjadi manusia
Dalam dunia yang terus bersuara
Lagunya masih lagu lama
Seolah-olah tidak ada lagi
Lagu lain yang lebih berarti
Bukan mengajak untuk merenung
Tapi berpidato untuk menuding
Berkeluh kesah seperti orang bingung
Bercerita segala hal yang tak penting
Di tengah lautan kata
Setiap ucapan lebih bermakna
Mengalir pelan seperti doa
Jika tak ada sejumlah prasangka
Malang, 25 April 2025
Salam sehat.
M. Sinal
Artikel Terkait
Hari Kartini, Menjadi Perempuan Hebat Tanpa Kehilangan Akhlak
Pasca 72 Siswa MAN 1 Cianjur Keracunan, Program MBG jadi Sorotan
Keberuntungan Lahir Karena Kerja Keras dan Semangat Pantang Menyerah
Mutiara Pagi: Bahaya Kebencian (Bagian 1820)
Polisi Kanibal, Simpan Fantasi Mengerikan dan Siap Memasak Semua Wanita Termasuk Istrinya !
Upaya Penyadaran Melalui Sosialisasi dan Edukasi, Patriot Desa Sukabumi Gandeng Karang Taruna Desa Tegalpanjang Dirikan Bank Sampah Unit
Sosialisasi Pengelolaan Limbah Dapur, Penggerak Lokal dan Patriot Desa Edukasi Ibu-Ibu PAUD di Pangadegan
Patriot Desa Gelar Sosialisasi Pengelolaan Limbah Dapur untuk Ibu-ibu PAUD di Desa Bunijaya
Semangat Gotong Royong Masih Kuat di Kampung Babakan Subang Cianjur
Dipimpin Kader GP Ansor, Koperasi Desa Merah Putih Tegalpanjang Resmi Dibentuk