Dedi Mulyadi - Tata Sukayat di Momentum Shalat Ied, Wujud Nyata Sinergitas Umara dan Ulama Jawa Barat

photo author
Ridwan Mubarok, Journal Nusantara
- Rabu, 2 April 2025 | 11:17 WIB
Foto : Dr. KH Tata Sukayat, M.Ag, sinergitas ulama dan umara di Tatar Pasundan. Gubernur Jawa Barat KDM dan KH. Tata Sukayat memiliki kesepahaman bersama, sehingga cukup menjadi alasan Pemerintah Jabsr ke depan akan mampu menjawab ragam permasalahan yang ada.
Foto : Dr. KH Tata Sukayat, M.Ag, sinergitas ulama dan umara di Tatar Pasundan. Gubernur Jawa Barat KDM dan KH. Tata Sukayat memiliki kesepahaman bersama, sehingga cukup menjadi alasan Pemerintah Jabsr ke depan akan mampu menjawab ragam permasalahan yang ada.

JournalNusantara.com - Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi atau biasa disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) memberikan sambutan perdananya saat shalat Idul Fitri 2025 di Lapangan Gasibu Kota Bandung, Senin (31/3/2025).

KDM menyoroti salah satu tanda kegagalan seorang pemimpin di daerah dalam menjalankan tugas kepemimpinannya. Menurutnya, jika terdapat warga yang bunuh diri akibat jeratan pinjaman online (pinjol) maka hal tersebut menjadi bukti bahwa seorang Gubernur telah gagal dalam kepemimpinannya.

Foto : Gubernur Jabar Dedi Mulyadi sampaikan sambutan saat pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Lapangan Gasibu Kota Bandung, Senin (31/04).
Foto : Gubernur Jabar Dedi Mulyadi sampaikan sambutan saat pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Lapangan Gasibu Kota Bandung, Senin (31/04).

“Kegagalan seorang gubernur itu jika ada orang bunuh diri karena terkait bank emok atau pinjaman online,” ujar KDM menegaskan dengan nada berapi-api.

Tidak hanya masalah pinjol, KDM juga menyoroti beragam permasalahan sosial yang mencerminkan gagalnya seorang Gubernur. “Kegagalan seorang Gubernur itu jika masih ada pengemis di perempatan jalan, anak yatim yang tak bersekolah, orang miskin yang rumahnya mau roboh,” lanjutnya.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan Dr. KH Tata Sukayat berfose bersama usai melaksanakan Shalat Idul Fitri, Senin (31/04) di Lapamgan Gasibu Kota Bandung.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan Dr. KH Tata Sukayat berfose bersama usai melaksanakan Shalat Idul Fitri, Senin (31/04) di Lapamgan Gasibu Kota Bandung.

Pada sambutan shalat Id tersebut KDM menghimbau warga Jabar untuk menjadikan momentum lebaran (1 Syawal) sebagai peluang untuk membangun kesadaran kolektif baik dalam aspek ritual maupun spiritual.

Baca Juga: Tips Mengolah Keuangan THR Agar Lebih Bijak dan Efisien

"Aparatur negara harus memiliki kesadaran kolektif kesadaran ritual dan spiritual untuk menangani masalah sosial demi mewujudkan keadilan dan kemakmuran yang mampu melahirkan senyum di wajah rakyat kita. Tugas negara adalah tugas kemuliaan, tugas pemimpin adalah bagaimana membangun empati terhadap rakyatnya bukan hanya dengan ucapan saja akan tetapi dengan tindakan nyata. Dibutuhkan kebersihan hati dan keluhuran budi, clik putih clak herang caang bulan 14 jalan gede sasapuan.” tegas KDM.

“Mari jadikan 1 Syawal ini sebagai kesadaran kolektif ritual dan spiritual,” ungkap KDM. KDM sendiri tiba di Lapangan Gasibu sekitar pukul 06.30 WIB dengan mengenakan busana muslim berwarna putih, sarung dan kopiah hitam.

Salat Idul Fitri dimulai pukul 07.00 WIB dengan Ahmad Aijun Nadjib bertindak sebagai imam. Sementara khotbah Idul Fitri disampaikan oleh Dr. KH. Tata Sukayat, dosen UIN Bandung, aktivis Paguyuban Pasundan dan juga Ketua Bidang Dakwah MUI Kota Bandung.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ridwan Mubarok

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Selasa, 5 Mei 2026 | 22:25 WIB

Polri dan TNI Bersinergi Sikat Mafia Migas

Selasa, 7 April 2026 | 17:45 WIB

Menghindari Kemacetan Puncak

Sabtu, 4 April 2026 | 10:40 WIB
X