Setelah maaf terucap
Adakah ruang kosong dalam dada
Ataukah sesak masih menancap
Akibat amarah yang belum reda
Setelah maaf terucap
Masihkah ada sisa-sisa pedih
Atau perlahan luruh dan lenyap
Seiring hati yang kian bersih
Setelah maaf terucap
Apakah genggaman kembali erat
Ataukah tetap dingin dan gelap
Terhalang kecewa teramat berat
Setelah maaf terucap
Adakah senyum tulus tersungging
Ataukah ia tak mau hinggap
Seperti cahaya terhalang dinding
Setelah maaf terucap
Sudahkah semua berujung ikhlas
Ataukah kecewa tetap merayap
Menyiksa diri tak pernah puas
Bunga melati harum semerbak
Mekar indah dekat jendela
Jika maaf terucap bijak
Segala kecewa pasti ‘kan sirna
Malang, 2 April 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Di Hari Kemenangan (Bagian 1796)
Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Myanmar, Korban Tewas Terus Bertambah, Getaran Dirasakan Hingga Vietnam
Mantan Pemain PSM Makassar, Anco Jansen, Sebut Indonesia Negara Miskin dengan Smartphone Sebagai Tekanan Sosial
Friedrich Silaban: Arsitek Legendaris Indonesia yang Mewujudkan Ikon Bangsa
Sah Atau Tidak Ketika Berjemaah Terdapat Saf Depan yang Kosong?
Cahaya Lebaran: Puisi untuk Merayakan Kemenangan
Open House Presiden Prabowo di Istana Jakarta: Merayakan Kemenangan dengan Rakyat
Tips Agar Makanan Lebaran Tidak Cepat Basi: Perawatan yang Tepat untuk Menjaga Kualitas Hidangan
Mutiara Pagi: Idulfitri Hari Kembali (Bagian 1797)
Idul Fitri 1446 Hijriyah dan Kelesuan Ekonomi Indonesia