Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Myanmar, Korban Tewas Terus Bertambah, Getaran Dirasakan Hingga Vietnam

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Senin, 31 Maret 2025 | 16:59 WIB
Jumlah Korban Tewas Gempa di Myanmar Menjadi 1.700 Orang. (AFP)
Jumlah Korban Tewas Gempa di Myanmar Menjadi 1.700 Orang. (AFP)

Journalnusantara.com, Myanmar - Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Myanmar pada Jumat (28/3) dini hari, menewaskan lebih dari seribu orang dan melukai lebih dari 2.300 lainnya.

Guncangan kuat yang berasal dari pusat gempa di wilayah Mandalay ini juga dirasakan hingga ke negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand.

Menurut laporan Badan Meteorologi dan Geofisika Myanmar, gempa terjadi pada pukul 02:17 waktu setempat dengan pusat gempa berada di kedalaman 10 km.

Kota Mandalay menjadi wilayah yang paling terdampak, dengan ribuan bangunan roboh, sementara banyak warga terperangkap di bawah reruntuhan.

Getaran gempa dirasakan cukup jauh, hingga Hanoi dan Ho Chi Minh City di Vietnam, memicu kepanikan di kalangan warga yang tinggal di gedung-gedung tinggi.

Meski ada laporan tentang getaran yang berlangsung beberapa menit, hingga kini tidak ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan signifikan di Vietnam.

Di Myanmar, upaya penyelamatan terus dilakukan oleh tim relawan yang bekerja keras menggali reruntuhan untuk menemukan korban.

Rumah sakit di berbagai daerah kewalahan menerima jumlah korban yang terus bertambah.

Sejumlah saksi mata menyatakan bahwa guncangan kali ini merupakan salah satu yang paling kuat dalam beberapa dekade terakhir, bahkan ada yang menyebutnya serupa dengan bencana gempa tsunami Aceh pada 2004, meskipun skala kehancurannya tidak sebesar bencana tersebut.

Pemerintah Myanmar telah menetapkan keadaan darurat dan mengajukan bantuan internasional untuk penanganan bencana ini.

Organisasi kemanusiaan telah mulai mengirimkan bantuan medis dan logistik untuk mendukung upaya pemulihan di wilayah terdampak.

Jumlah korban masih bisa meningkat seiring berlanjutnya pencarian korban yang masih hilang, sementara masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Artikel Selanjutnya

Mataram Menguasai Priangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Jalan Maju Chile

Rabu, 8 Juli 2026 | 06:44 WIB

Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

Sabtu, 13 Juni 2026 | 12:19 WIB

Langkah Spiritual dan Fisik Menuju Baitullah

Kamis, 9 April 2026 | 16:31 WIB

Misi Penjaga Perdamaian Dunia Kontingen Garuda

Minggu, 5 April 2026 | 20:47 WIB

Tetap Jaga Jarak

Jumat, 6 Maret 2026 | 14:57 WIB

Variasi Durasi Puasa di Berbagai Belahan Dunia

Minggu, 22 Februari 2026 | 04:46 WIB

Setiap Serangan Israel ke Iran, Selalu Dibayar Lunas

Kamis, 19 Februari 2026 | 05:22 WIB

AS Tangkap Presiden Venezuela Maduro, Besok Siapa?

Senin, 5 Januari 2026 | 05:59 WIB

Indonesia Jd Pemimpin IG Terbesar di ASEAN

Senin, 8 Desember 2025 | 21:33 WIB

Zohran Mamdani, Syiahkah?

Minggu, 9 November 2025 | 19:59 WIB
X