Akhirnya penting untuk dijadikan percik permenungan kita bersama. Menteri Pertanian mengakui banyak faktor penyebab turunnya produksi beras secara nasional, sehingga kita harus mengandalkan impor beras. Setidaknya, ada 10 penyebabnya. Kita percaya, pelan tapi pasti, Pemerintah telah menjawab faktor-faktor tersebut dengan langkah cerdasnya. Salah satunya dengan menambah jumlah kuota pupuk bersubsidi menjadi dua kali lipat.
Selain itu, Pemerintah juga melakukan perbaikan irigasi di berbagai sentra produksi yang selama ini tidak terawat dengan baik. Bahkan Pemerintah berencana akan menambah petugas Penyuluh Pertanian yang sekarang ini baru tersedia 50 % dari jumlah petugas Penyuluh Pertan8an yang dibutuhkan. Semangat satu desa satu Penyuluh, perlu untuk secepatnya diwujudkan.
Tekad menyetop impor beras tahun 2025, patut kita dukung dengan sepenuh hati. Ini penting, bukan saja impor beras menguras devisa negara, namun sebagai bangsa yang pernah memperoleh penghargaan dunia atas kisah sukses swasembada beras, terasa menyakitkan, bila kita masih melakukan impor beras. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).
Artikel Terkait
Melihat Stasiun Gombong di Kebumen
Pemberontakan Trunojoyo terhadap Mataram
GP Ansor dan Karang Taruna Maleber Gelar Kajian, Kader Diminta Pelototi Program Desa
Mutiara pagi: Nahkoda Kehidupan (Bagian 1724)
PMII STISNU Cianjur Gelar Raker dan Talkshow: Membangun Kader Profesional dan Humanis
Mendung: Benarkah Isyarat Hujan Akan Segera Turun?
Terima Jurnalis Santri, KH Maruf Amin Bicara Pentingnya Menghadapi Era Post Truth
Mutiara pagi: Tentang Kehidupan (Bagian 1725)
Perempuan Digdaya: Webinar BEM PTNU Jabar Serukan Kesetaraan Gender dan Perubahan Sosial
Andil PT Pupuk Indonesia Percepat sampai ke Petani