Sebelum mukim dan mendirikan pesantren di Marti, Ajengan Marti lebih dulu mengajar santri di daerah kelahirannya di Mande, Cianjur, selama 7 tahun. Kemudian pada tahun 1987, beliau bersama ayah dan keluarganya hijrah ke Marti, Desa Sindangkala, Kec. Karangtengah, Cianjur. Beliau kemudian mendirikan Pondok Pesantren Daaru al-Fikar Marti, yang oleh para santri dikenal dengan nama Pesantren Marti Balagah.
Di Marti, beliau mengajar berbagai cabang keilmuan, seperti Mantik, Balagah, Falak, Munazara, Nahu-Saraf, Tauhid, dan lainnya. Ajengan Marti adalah ulama kharismatik yang produktif menulis dan mengkaji kitab. Para muridnya kemudian banyak tersebar di wilayah Banten, Jawa Barat, hingga Lampung, dan mewarisi sanad keilmuan beliau melanjutkan perjuangan untuk mengajarkan ilmu-ilmu kepada para santri.
Pada hari Selasa malan Rabu, tanggal 12 November 2024, atau bertepatan dengan tanggal 10 Jumadil Awal 1446, Ajengan Marti menghadap Sang Pencipta dengan bahagia. Meninggalkan keluarga besar tercinta, para santri, alumni, dan muhib Pondok Pesantren Daaru al-Fikar Marti.
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Kemesraan Ini (Bagian 1686)
Mutiara Pagi: Perjalanan Panjang (Bagian 1687)
Korps Protokol Pramuka STAI Al-Azhary Jadi Pilar Kesuksesan Wisuda ke-29
Vina dan Vani: Si Kembar Anggun Protokoler yang Jadi Sorotan Wisuda Ke-29 STAI Al-Azhary Cianjur
Why I Support Zohran Mamdani to Be the Next Mayor of New York City
Cetak Instruktur Pemberdaya, Kader GP Ansor Karangtengah Ikuti Pelatihan Agro
Aku Adalah Titik Terkecil di Alam Semesta
Kembali Gelar Kegiatan Pengabdian Masyarakat, Education Nusantara Indonesia Kini Jelajahi Negeri Wandan
Prabowo dan Jokowi Turun Gunung Pilkada Jawa Tengah, Ada Apa?
Mutiara Pagi: Seperti Buku (Bagian 1688)