Kemesraan di dunia ini
Apakah memang dibatasi
Sehingga tidak semua merasakan
Kemesraan yang orang lain rasakan
Ataukah seperti cahaya pagi
Menyinari bumi tak kenal henti
Ia abadi dalam kenyataan
Menghidupkan jiwa dengan kehangatan
Bukan sekadar genggaman erat
di sela-sela jemari yang kita miliki
Tapi juga dapat mempererat
Antara mereka, kita, dan kami
Bagai sebuah lagu
Melintasi ruang dan waktu
Yang sulit dijelaskan
Ketika alunannya menyibak keheningan
Ia bahasa tanpa kata
Meresap ke dalam jiwa
Menyentuh sudut-sudut terdalam
Bagai cahaya tak pernah padam
Ia bukan sekadar momen
Tapi kenangan yang permanen
Yang selalu memberi terang
Untuk perjalanan masa mendatang
Kemesraan di dunia ini
Jangan dibiarkan sejenak hadir
Di antara tawa yang mengalir
Seperti angin pagi yang mendesir
Meski datang dan pergi mengikuti irama takdir
Malang, 20 November 2024
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Lidah (Bagian 1684)
APDA Jabar Kolaborasi Tanggulangi Bencana dengan OSIS Spensaga Margabakti, Langkah Kongkret Misi Kemanusiaan di Kawasan Gunung Ciremai
Memorandum Pemuda: Cianjur Maju di Tangan Kita
Optimis di Usia Senja
Wakil Rais Syuriyah PCNU Cianjur: Islah Adalah Jalan Terbaik untuk Kemaslahatan
Ada Apa dengan Terpilihnya Trump?
Mutiara Pagi: Semua Rencana Tuhan (Bagian 1685)
Terkesan Pilih Kasih, Ketua APDA JABAR PC Cianjur Pertanyakan CSR Mega Proyek Upper Cisokan
Pengetahuanku Sangat Terbatas untuk Mengenal-Mu
Tak hanya Isu Pendidikan, Duta Pendidikan Jabar Ajak Masyarakat Jalankan Pola Hidup Sehat