Lidah, bagaikan anak panah
Pilihan, ada di tangan kita
Ia bisa memecah belah
Juga menjadi pemersatu kita
Jika yang dikatakan tentang cinta
Akan menjadi pemersatu kita
Jika yang dikatakan adalah fitnah
Ia dapat memecah belah
Ungkapan tersebut mengingatkan kita
Pada petuah yang amat bijaksana:
Barangsiapa menyalakan api fitnah,
dia sendiri menjadi bahan bakarnya
Sebab, kobaran api fitnah,
tak pernah mengenal tuannya
Ia dapat membakar siapa saja,
termasuk tangan yang menyalakannya
Barangsiapa yang menyalakan api cinta
Akan mampu menerangi sekitarnya
Sebab, kobaran api cinta
Cahaya terang di dada
Ia dapat memberi kehangatan
Menerangi jalan kehidupan
Kita adalah apa yang kita lakukan
Cinta, kebaikan, atau pun keburukan
Yang akan terus menyala
Meski berusaha memadamkannya
Sebab, kita menjalani hidup
bukan hanya apa yang diucapkan
Tetapi kita menjalani hidup
Sesuai dengan apa yang kita lakukan
Malang, 18 November 2024
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Beasiswa Program Doktor Pendidikan Kaderisasi Ulama Majelis Ulama Indonesia
Antri, Pendidikan Karakter Berbasis Nilai dan Akhlak Islami
Zaman Sekarang Lamar Kerja Susah Keterima, Wargi Cianjur Hayu Ngiringan!
Peradaban Kuno yang Berganti Nama
Mutiara Pagi: Orkestra Kehidupan (Bagian 1683)
Pesan untuk Anakku: Jangan Mengkritik Sebelum Kau Membaca 100 Buku
Anugerah Pelajar Inspiratif 2025
Amalan-amalan Sunnah di Musim Hujan (#6)
Lomba Paduan Suara, Cara Fatayat NU Cianjur Semarakkan Hari Santri dan Pahlawan
Racana Abdullah Bin Nuh Gelar Penerimaan Tamu Racana 2024: Tumbuhkan Jiwa Mandiri, Dedikatif, dan Inovatif