Oleh: Fajrul Haryana
Akhirnya saya berkesempatan untuk menaiki Kereta Api Cepat Jakarta Bandung setelah sekitar 3 minggu war tiket gratis.
Sebagai warga Jabodetabek yang kampung halamannya cuma sekitar 30 menit dari Depo Tegal Luar, tentu saja saya sangat ingin mencoba rasanya perjalanan pulang kampung dalam waktu 45 menit meski ujungnya tetap aja gak ke kampung, tapi cuma muterin kota aja.
Kereta berangkat dari Halim pukul 09.45 tepat. Meski saat kereta mulai bergerak, saya masih kebingungan karena ternyata seat saya di kereta nomor 2 ternyata digunakan oleh rombongan.
Sehingga saya diarahkan oleh petugas menuju kereta sebelahnya yaitu kereta 3 dan 4 dengan posisi duduk bebas. Dan beruntung saya mendapatkan pinggir jendela meski di pojok kanan depan.
Kereta langsung melesat dengan kecepatan maksimal operasionalnya yaitu 350km/jam. Menurut saya kabinnya sangat nyaman. Nyaris tidak ada guncangan dan sangat mulus.
Tapi mungkin karena saya belum terbiasa dengan saking mulusnya laju KA Cepat ini yang terasa seperti sedang melayang, hingga saya merasakan pusing di kepala saya.
KA tiba di Tegal Luar pukul 10.31. Lalu perjalanan saya lanjutkan dengan bus Feeder DAMRI rute Stasiun KCIC Tegal Luar - Pool DAMRI Soekarno Hatta dengan tarif Rp10.000 dan turun di Stasiun Gedebage untuk melanjutkan perjalanan ke pusat kota Bandung dengan Commuter Line Bandung Raya.
Singkat cerita lagi, pukul 15.15 saya menaiki KA Feeder KCIC dari Stasiun Bandung menuju Stasiun Padalarang yang menggunakan rangkaian KRDE ME204 ex KA Bandara YIA.
Perjalanan menuju Padalarang ditempuh hanya dalam waktu 19 menit menurut jadwalnya, dan bahkan kemarin malah lebih awal yaitu hanya 16 menit saja.
Pukul 15.31, penumpang yang baru saja turun dari Feeder langsung diarahkan menuju lantai atas, yaitu stasiun KCIC Padalarang dan langsung disambut oleh ruang mesin cetak tiket KCIC.
Singkat cerita pukul 15.48 KA Cepat yang akan saya naiki menuju Halim tiba di Padalarang dan berangkat lagi tepat pukul 15.51.
Sama halnya dengan saat berangkat, lagi-lagi seat saya di kereta nomor 2 digunakan rombongan sehingga saya bergeser duduk ke kereta 3. Kali ini saya sudah tidak merasakan pusing seperti saat berangkat.
Kereta pun tiba di Halim pukul 16.18, lebih awal 3 menit dari jadwal. Dengan begitu, waktu tempuh dari Padalarang menuju Halim ini hanya memakan waktu 27 menit saja!
Artikel Terkait
Sifat Hamba Allah yang Beriman Tawadhu
Terbukti Menggelembungkan Suara, Aleg DPR-RI Tia Rahmania Dipecat DPP PDIP
Hiroshima University Berikan Gelar Doktor Kehormatan kepada Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang
Luar Biasa...Empat Profesor ITS Masuk Jajaran Top 2 Persen Scientist in the World 2024
Lagi, Tiga Investor Mulai Investasi di IKN
Sifat Hamba Allah yang Beriman, Berlemah Lembut dan Bertutur Kata yang Baik
Mutiara Pagi: Yang Maha Pandai (Bagian 1626)
Mari Berjabat Tangan
Mari Kita Mendoakan Sesama Muslim Agar Dijauhkan dari Rasa Benci kepada Orang Mukmin
Mutiara Pagi: Yang Maha Sabar (Bagian 1627)