Lebih lanjut, simulasi ini juga bisa menjadi ajang sosialisasi bagi pemilih yang mungkin belum terlalu paham bagaimana mekanisme pemungutan suara jika hanya diikuti calon tunggal.
"Jadi, kita melakukan simulasi untuk kemudian menemukan alih masalah yang ideal seperti apa dari beberapa simulasi termasuk masukan dari teman-teman Bawaslu dan semua pihak," pungkas Afif.
Sumber: JawaPos.com
Artikel Terkait
Mereka yang Terbuang di Tahun 60-an (1)
Miss International ke-62 Gaungkan "Sustainability in Pageantry"
Alasannya Rumah Zaman Kolonial Terasa Lebih Dingin
Terobosan Baru, Rektor Al Azhar Mesir Tawarkan Pembelajaran Hybrid untuk Masyarakat Indonesia
Kaesang Pangarep Penuhi Panggilan KPK, Klarifikasi soal Numpang Jet Pribadi
Paguyuban Putra-Putri Pendidikan Jawa Barat Adakan Pemilihan Edisi ke-6
Horor Politik "Fufufafa"
Penelitian Ilmiah Tentang Nasab dalam Islam
Mengingat Kelahiran Rasulullah SAW-03
Mutiara Pagi: Yang Maha Pemberi Kekayaan (Bagian 1617)