Journalnusantara.com, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa hingga pertengahan Juli 2024, Hari Tanpa Hujan (HTH) terlama terjadi di Mapoli, Nusa Tenggara Timur, yakni sebanyak 92 hari (kategori panjang ekstrem).
Pada Dasarian III Juli 2024, beberapa wilayah dari Jawa Timur dan NTT diprakirakan berpotensi mengalami kekeringan secara meteorologis kategori awas. Saat ini separuh wilayah Indonesia sudah mengalami musim kemarau.
Pihaknya menghimbau kepada masyarakat khususnya yang berada di wilayah dengan potensi kekeringan dan kebakaran lahan tinggi untuk mengantisipasi dampak resiko yakni dengan melakukan beberapa hal.
"Seperti tidak membuka lahan dengan cara dibakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak meninggalkan sumber api di dalam rumah, mengecek instalasi listrik agar tidak terjadi korsleting, dan jika perlu selalu menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) jika terjadi kebakaran," ungkapnya.
Sebagai tambahan informasi, yuk pantau terus informasi mengenai cuaca dan iklim melalui Instagram InfoBMKG.
Artikel Terkait
Kaffaroh Orang yang Menggunjing Saudara Muslim
Gegara Masalah Visa, Gelaran Grand Final Miss Charm Diundur
Jalan Menuju Surga
Golkar Resmi Usung Deden Nasihin di Pilkada Cianjur 2024, Berikut Profilnya!
Meninggalkan Amalan Wajib Takut sebagian Manusia
Fakta-Fakta Setelah Menikah
Kerupuk Indonesia yang Mendunia, Dikirim ke Berbagai Belahan Dunia
Grand Desain Pembangunan Pangan Berbasis Data Berkualitas
Satgas Yonif 614/Rjp Pos Dabra Berikan Makanan kepada Anak - Anak dan Periksa Kesehatan
Belajar Demokrasi dari Lingkup RT: Pemilihan Adalah Hak dan Kebebasan Warga