Anita juga menilai Nadiem beserta jajarannya tidak dapat memanfaatkan anggaran besar yang tersedia dengan baik dan seharusnya bisa memadai dalam pembiayaan pendidikan di Indonesia.
Dikutip dari laman Artikel Universitas Darussalam Ambon, sistem pendidikan yang kacau mengakibatkan berbagai macam faktor seperti rusaknya moral anak bangsa hingga kurangnya jiwa nasionalisme.
Bahkan pendidikan di Indonesia mengalami kemunduran di beberapa tahun kebelakang dan sangat berbeda pada era orde baru, ketika orang luar negeripun datang untuk belajar ke tanah air.
Mulai dari kurangnya kesejahteraan guru, penyelewengan dana anggaran pendidikan, serta carut-marutnya kurikulum yang ditetapkan saat ini sudah menjadi tanda bahwa merosotnya kualitas pendidikan di Indonesia.
Sebagaimana pendidikan adalah salah satu pilar yang utama dalam kehidupan seseorang, karena tanpa pendidikan, manusia akan sulit berkembang mengikuti zaman. Sementara harapannya ingin mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045.
Sumber: JawaPos/ Sharah Salsabila
Artikel Terkait
Menciptakan Wirausaha Muda Pertanian demi Regenerasi Petani Nusantara
Apa Kabar Dana Gempa Tahap 4 di Kab. Cianjur ?, BPBD: Langsung Tanyakan Pada Kami !
9 Calon Kabupaten Baru di Jabar Masih Proses Kajian di Kemendagri, Cianjur Selatan Diantaranya
Penjual Senjata ke KKB Berhasil Ditangkap Satgas Operasi Damai Cartenz
Asisten Pelukis Bernama Artificial Intelligence Akan Melampaui Van Gogh?
Putra Sang Fajar, Pancasila, dan Endeh (Refleksi 123 Tahun Bung Karno)
KRI Martadinata Ikuti Latgab Internasional di Hawaii
Tingkatkan Perekonomian Warga, TNI Salurkan Bantuan Bibit Sayur di Papua
Denny JA, Penulis Lari Cepat 100 Meter
Perguruan Tinggi Wajib Perhatikan Kebutuhan Industri, 10 Juta Gen-Z Masih Menganggur