Mengurai Mitos Penyakit Lansia: Direktur RS Beijing Ungkap Penuaan adalah Proses Normal, Bukan Selalu Penyakit

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Sabtu, 19 Juli 2025 | 13:00 WIB
Sebanyak 404 lansia Kota Bekasi mengikuti prosesi Wisuda Sekolah Lansia Tahun 2025 dengan penuh kebanggaan dan semangat. (Foto: Istimewa)
Sebanyak 404 lansia Kota Bekasi mengikuti prosesi Wisuda Sekolah Lansia Tahun 2025 dengan penuh kebanggaan dan semangat. (Foto: Istimewa)

Journalnusantara.com – Persepsi umum masyarakat kerap menyamakan gejala penuaan dengan indikasi penyakit. Namun, seorang direktur rumah sakit terkemuka di Beijing memaparkan pandangan berbeda yang meredefinisi kondisi lansia.

Ia menegaskan, banyak "penyakit" yang dialami kaum lanjut usia (lansia) sejatinya merupakan bagian dari proses penuaan yang wajar dan bukan selalu memerlukan intervensi medis berlebihan.

Menurutnya, pemahaman ini krusial agar lansia dan keluarganya tidak terperangkap dalam kekhawatiran yang tidak perlu, apalagi mengonsumsi obat-obatan yang justru berdampak buruk.

Salah satu poin penting yang disoroti adalah "kehilangan ingatan". Ia menjelaskan, ini bukanlah selalu Alzheimer, melainkan mekanisme perlindungan otak seiring bertambahnya usia.

Jika lansia hanya lupa meletakkan kunci namun masih mampu menemukannya kembali, itu bukan demensia, melainkan manifestasi alami otak yang menua.

Fenomena "berjalan lambat dan kaki tidak stabil" juga kerap disalahartikan sebagai kelumpuhan. Padahal, ini lebih disebabkan oleh degradasi otot. Solusi yang dianjurkan bukanlah pengobatan, melainkan aktivitas fisik dan gerakan rutin.

Demikian pula dengan "susah tidur" yang sering diklaim sebagai insomnia; ini hanyalah penyesuaian ritme otak dan perubahan "struktur tidur". Direktur tersebut mengingatkan bahaya ketergantungan obat tidur yang dapat meningkatkan risiko jatuh dan gangguan kognitif. Solusi terbaik bagi lansia adalah paparan sinar matahari di siang hari dan menjaga ritme harian yang teratur.

Keluhan "sakit di sekujur tubuh" yang sering dikaitkan dengan rematik juga dibantah. Sebagian besar kasus ini merupakan reaksi normal penuaan saraf yang menyebabkan peningkatan sensitivitas rasa sakit, dikenal sebagai "sensitisasi sentral".

Alih-alih mengandalkan obat penghilang rasa sakit, pendekatan yang lebih efektif adalah olahraga, terapi fisik, serta metode sederhana seperti merendam kaki, mengompres hangat sebelum tidur, dan pijat ringan.

Penting pula untuk mencermati hasil tes kesehatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan standar yang lebih longgar untuk indikator tes pada lansia.

Misalnya, kadar kolesterol yang sedikit lebih tinggi pada lansia bahkan dikaitkan dengan harapan hidup yang lebih panjang karena perannya sebagai bahan baku sintesis hormon.

Panduan Pencegahan dan Pengobatan Hipertensi di Tiongkok juga menetapkan target tekanan darah untuk lansia di bawah 150/90 mmHg, berbeda dengan standar untuk usia muda.

Pesan kunci yang ditekankan adalah: jangan menganggap "penuaan" sebagai "penyakit". Penuaan adalah perjalanan alami.

Hal terpenting bagi keluarga adalah tidak hanya membawa orang tua ke rumah sakit, melainkan menemani mereka berjalan-jalan, berjemur, makan, dan berdialog.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mutiara Pagi: Ikhtiar (Bagian 2230)

Kamis, 4 Juni 2026 | 06:52 WIB

Mutiara Pagi: Ucapan (Bagian 2229)

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:00 WIB

Mutiara Pagi: Diam atau Bersuara (Bagian 2228)

Selasa, 2 Juni 2026 | 07:02 WIB

Mutiara Pagi: Ruang Perjumpaan (Bagian 2227)

Senin, 1 Juni 2026 | 07:13 WIB

Mutiara Pagi: Kebaikan ( Bagian 2226)

Minggu, 31 Mei 2026 | 08:11 WIB

Mutiara Pagi: Logika (Bagian 2225)

Sabtu, 30 Mei 2026 | 06:20 WIB

Mutiara Pagi: Simfoni Kerinduan (Bagian 2224)

Jumat, 29 Mei 2026 | 06:30 WIB

Mutiara Pagi: Manusia Paripurna (Bagian 2223)

Kamis, 28 Mei 2026 | 07:17 WIB

Mutiara Pagi: Delapan Benda Langit (Bagian 2221)

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:56 WIB

Mutiara Pagi: Musik dan Kehidupan (Bagian 2220)

Senin, 25 Mei 2026 | 07:45 WIB

Mutiara Pagi: Tangan Langit (Bagian 2219)

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:20 WIB

Mutiara Pagi: Istiqomah Terberat (Bagian 2218)

Sabtu, 23 Mei 2026 | 07:09 WIB

Mutiara Pagi: Menulis Kisah (Bagian 2216)

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:43 WIB

Mutiara Pagi: Siklus Kehidupan ( Bagian 2215)

Rabu, 20 Mei 2026 | 07:00 WIB

Mutiara Pagi: Kata-kata Manusia (Bagian 2214)

Selasa, 19 Mei 2026 | 06:45 WIB

Mutiara Pagi: Kesibukan (Bagian 2212)

Minggu, 17 Mei 2026 | 08:32 WIB
X