Dengan kata lain, Ramadan bukan hanya sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah madrasah kehidupan yang seharusnya membentuk manusia menjadi lebih baik secara berkelanjutan. Semoga kita menjadi pelita yang terus menyala. Membawa jejak cahaya Ramadan ke dalam kehidupan kita. Sehingga kelak, kita benar-benar kembali kepada cahaya yang hakiki, cahaya Ilahi yang abadi.
*Penulis adalah Corporate Legal Consultant, ahli bahasa hukum, founder Pena Hukum Nusantara (PHN), dan dosen Polinema.
Artikel Terkait
Taubat Ruhani di Bulan Suci
Tagar “Kabur Aja Dulu” dan Keangkuhan Para Elit
Panen di Saat Hujan, Petani Menanti Sinar Matahari
Puasa: Lebih dari Sekadar Menahan Lapar
Mutiara Pagi: Embun Doa di Bulan Suci (Bagian 1790)
Musim Semi di Bulan Suci
Demi Indonesia Mandiri Pangan 2025 !
PK PMII STAI Al-Azhary Cianjur Lakukan Launching Pembuatan Sumur Bor untuk Masjid Nurul Ied
DEM Jabar Minta Presiden Evaluasi Menteri BUMN, Menteri ESDM dan BPH Migas
Mutiara Pagi: Fenomena Ramadan (Bagian 1791)