Angin malam berbisik lirih
Di sela ranting-ranting yang terjaga
Mengetuk hati untuk memilih
Sejumlah harapan dan doa-doa
Dalam sunyi yang syahdu
Kedua tangan terangkat pasrah
Bisikan doa mendayu-dayu
Seraya memohon turunnya hidayah
Cahaya malam berbisik mesra
Di antara bintang-bintang yang bercahaya
Menyadarkan diri yang sering lupa
Atas segala nikmat Sang Pencipta
Dalam jiwa yang merindu
Terlukis harap tanpa ragu
Air mata jatuh menepi
Agar Tuhan selalu meridoi
Cahaya pagi berbisik manja
Di antara ranting dan dedaunan
Mengajarkan kita untuk mengerti
Tentang makna syukur yang hakiki
Embun doa di bulan suci
Semoga menetes penuh keberkahan
Membasahi hati dan pikiran ini
Agar senantiasa damai dalam keikhlaasan
Malang, 5 Maret 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Cahaya Ramadan (Bagian 1788)
Oase Keseimbangan di Bulan Suci
Launching Studi Pasaran, Cara PAC GP Ansor Karangtengah Cianjur Rawat Kesehatan Mental
PAC Ansor dan RA Karangtengah Cianjur Bersinergi Cetak Generasi Nasionalis-Agamis Melalui Pesantren Kilat
Tips Membuat Gorengan Enak untuk Berbuka Puasa yang Crispy dan Lezat
Mutiara Pagi: Dahaga yang Indah (Bagian 1789)
Taubat Ruhani di Bulan Suci
Tagar “Kabur Aja Dulu” dan Keangkuhan Para Elit
Panen di Saat Hujan, Petani Menanti Sinar Matahari
Puasa: Lebih dari Sekadar Menahan Lapar