Cara Menjaga Diri dari Perkara Haram dan Syubhat

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Sabtu, 12 Oktober 2024 | 08:00 WIB
Mimpi Tentang Minyak Bumi: Simbol Kekayaan Haram atau Masalah? (ILUSTRASI/INDONEWSTODAY.COM)
Mimpi Tentang Minyak Bumi: Simbol Kekayaan Haram atau Masalah? (ILUSTRASI/INDONEWSTODAY.COM)

*Sebab-sebab Lahirnya Karakter Wara'.*

1. *Keimanan yang Kuat*
Wara' lahir dari keimanan yang mendalam kepada Allah SWT. Keimanan membuat seseorang berhati-hati dalam setiap langkah, agar tidak melanggar hukum Allah. Firman Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan bersamalah kalian dengan orang-orang yang jujur."
(QS. At-Taubah: 119)

2. *Rasa Takut kepada Allah SWT*
Rasa takut akan azab Allah dan harapan untuk mendapatkan ridha-Nya membuat seseorang menjauhi perkara syubhat. Dalam Al-Qur'an disebutkan:
إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ
"Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhan mereka yang tidak nampak oleh mereka, bagi mereka ampunan dan pahala yang besar."
(QS. Al-Mulk: 12)


3. *Kesadaran akan Akhirat*
Orang yang wara’ menyadari bahwa setiap perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat. Mereka selalu memikirkan dampak dari perbuatan mereka di dunia terhadap akhirat.
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ
وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ
Maka barang siapa yang mengerjakan seberat zarah) atau seberat semut yang paling kecil (kebaikan, niscaya dia akan melihatnya) melihat pahalanya.
Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihatnya pula. ( QS. Surat Az-Zalzalah :7-8

4. *Menjaga Kehormatan Diri*
Sikap wara' juga berfungsi menjaga kehormatan diri. Orang yang wara' tidak mudah melakukan perbuatan yang dapat menodai harga diri atau kehormatannya, baik di hadapan manusia maupun Allah SWT. QS. Lukman: 15

يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ

“sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.”
(QS. Lukman:16)

*Urgensi Wara' dalam Kehidupan Individu dan Sosial*

1. *Kehidupan Individu*
Dalam kehidupan pribadi, wara' berperan sebagai perisai yang melindungi keimanan dan amal seseorang. Firman Allah SWT:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
"Sungguh beruntung orang yang mensucikan jiwanya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya."
(QS. Asy-Syams: 9-10)


2. *Kehidupan Sosial*
Secara sosial, wara' membangun keadilan dan harmoni. Ketika individu memiliki sikap wara', mereka menghindari perbuatan yang merugikan orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung. Ini selaras dengan firman Allah:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ
"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberi kepada kaum kerabat, serta melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan."
(QS. An-Nahl: 90)


*Langkah-langkah Menerapkan Karakter Wara'*

1. *Meningkatkan Pemahaman Agama*
Memperdalam ilmu agama adalah langkah awal dalam menerapkan sikap wara'. Seseorang harus memahami hukum syariat, baik tentang halal maupun haram, agar bisa menghindari perkara syubhat.
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat."
(QS. Al-Mujadilah: 11)

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Aswaja dan PMII

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mutiara Pagi: Nilai Persahabatan (Bagian 2275)

Minggu, 19 Juli 2026 | 06:57 WIB

Mutiara Pagi: Kembali pada Diri (Bagian 2274)

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:20 WIB

Mutiara Pagi: Sembunyikan (Bagian 2273)

Jumat, 17 Juli 2026 | 05:47 WIB

Mutiara Pagi: Ketenangan Batin (Bagian 2272)

Kamis, 16 Juli 2026 | 06:03 WIB

Mutiara Pagi: Berikan Sebagian (Bagian 2270)

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:32 WIB

Mutiara Pagi: Simpan Sebagian (Bagian 2269)

Senin, 13 Juli 2026 | 11:27 WIB

Mutiara Pagi: Perbedaan (Bagian 2268)

Minggu, 12 Juli 2026 | 06:58 WIB

Mutiara Pagi: Doa Saudara (Bagian 2266)

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:37 WIB

Mutiara Pagi: Teruslah Belajar (Bagian 2263)

Selasa, 7 Juli 2026 | 07:44 WIB

Mutiara Pagi: Cahaya Ilmu (Bagian 2261)

Minggu, 5 Juli 2026 | 09:18 WIB

Mutiara Pagi: Hidup adalah Puisi (Bagian 2260)

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:19 WIB

Mutiara Pagi: Kedamaian (Bagian 2259)

Jumat, 3 Juli 2026 | 07:13 WIB

Mutiara Pagi: Kebaikan (Bagian 2258)

Kamis, 2 Juli 2026 | 07:35 WIB
X