Waspada, Konsumsi Aspartam Bisa Picu Pengaruhi Kerja Otak

photo author
Abdul Qodir Majid, Journal Nusantara
- Rabu, 28 Februari 2024 | 09:57 WIB
Aspartam atau gula buatan (RS Siloam)
Aspartam atau gula buatan (RS Siloam)

JournalNusantara.com- Makanan manis selalu memiliki daya tariknya tersendiri, terutama yang memiliki warna cerah dan bentuk yang menarik. Dari anak-anak sampai orang dewasa menyukai makanan manis. 

Baca Juga: Konsumsi Daun Pepaya Bisa Kurangi Resiko Terkena Kanker

Sayangnya, makanan manis yang biasa dijual di pasaran sering kali memakai pemanis buatan, maka tidak heran mengapa rasanya bisa membuat ketagihan. Salah satu pemanis buatan yang sering dipakai aspartam. 

Baca Juga: Memahami Falsafah Bhineka Tunggal Ika

Dilansir Hallodoc.com yang dikutip Rabu (28/2/2024). Aspartam adalah jenis pemanis buatan yang telah digunakan di Amerika Serikat sejak tahun 1980. Aspartam memiliki rasa manis yang lebih pekat dari gula biasa yaitu hampir setara 200 kali lebih manis. Di dalamnya terkandung dua jenis asam amino yaitu asam aspartat dan fenilalanin. 

Baca Juga: KPU Cianjur Gelar Rapat Pleno Hasil Penghitungan Suara Pemilu 2024 Hari Ini

Aspartam biasanya banyak digunakan sebagai pemanis dalam makanan dan minuman cepat saji, atau digunakan juga sebagai pengganti gula dalam makanan dan minuman yang rendah kalori, seperti soda diet. Selain pada makanan, aspartam juga biasa ditemukan di beberapa obat untuk memberikan cita rasa manis.

Walaupun penggunaan aspartam telah dinyatakan aman oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA U.S) sejak lama, tetapi konsumsi aspartam yang berlebihan akan membahayakan tubuh dan dapat meningkatkan risiko munculnya beberapa penyakit.

Mengonsumsi aspartam secara berlebihan sering kali diduga dapat berpengaruh pada perubahan perilaku dan mempengaruhi fungsi otak. Ada beberapa studi yang telah membuktikan efek samping ini. 

Menurut penelitian dari Nutritional Neuroscience pada tahun 2017, aspartam telah dikaitkan dengan masalah perilaku dan kognitif. Contohnya termasuk masalah belajar, sakit kepala, kejang, migrain, suasana hati yang mudah tersinggung, kecemasan, depresi, dan insomnia.

Sebab, aspartam memiliki efek buruk pada kesehatan neurobehavioralNeurobehavior adalah cara kerja saraf atau otak yang mempengaruhi perilaku dan emosi.

 

Semoga bermanfaat.***

Sumber : hallodoc.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abdul Qodir Majid

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mutiara Pagi: Kembali pada Diri (Bagian 2274)

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:20 WIB

Mutiara Pagi: Sembunyikan (Bagian 2273)

Jumat, 17 Juli 2026 | 05:47 WIB

Mutiara Pagi: Ketenangan Batin (Bagian 2272)

Kamis, 16 Juli 2026 | 06:03 WIB

Mutiara Pagi: Berikan Sebagian (Bagian 2270)

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:32 WIB

Mutiara Pagi: Simpan Sebagian (Bagian 2269)

Senin, 13 Juli 2026 | 11:27 WIB

Mutiara Pagi: Perbedaan (Bagian 2268)

Minggu, 12 Juli 2026 | 06:58 WIB

Mutiara Pagi: Doa Saudara (Bagian 2266)

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:37 WIB

Mutiara Pagi: Teruslah Belajar (Bagian 2263)

Selasa, 7 Juli 2026 | 07:44 WIB

Mutiara Pagi: Cahaya Ilmu (Bagian 2261)

Minggu, 5 Juli 2026 | 09:18 WIB

Mutiara Pagi: Hidup adalah Puisi (Bagian 2260)

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:19 WIB

Mutiara Pagi: Kedamaian (Bagian 2259)

Jumat, 3 Juli 2026 | 07:13 WIB

Mutiara Pagi: Kebaikan (Bagian 2258)

Kamis, 2 Juli 2026 | 07:35 WIB

Mutiara Pagi: Prasangka (Bagian 2256)

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:37 WIB
X