JournalNusantara.com- Makanan manis selalu memiliki daya tariknya tersendiri, terutama yang memiliki warna cerah dan bentuk yang menarik. Dari anak-anak sampai orang dewasa menyukai makanan manis.
Baca Juga: Konsumsi Daun Pepaya Bisa Kurangi Resiko Terkena Kanker
Sayangnya, makanan manis yang biasa dijual di pasaran sering kali memakai pemanis buatan, maka tidak heran mengapa rasanya bisa membuat ketagihan. Salah satu pemanis buatan yang sering dipakai aspartam.
Baca Juga: Memahami Falsafah Bhineka Tunggal Ika
Dilansir Hallodoc.com yang dikutip Rabu (28/2/2024). Aspartam adalah jenis pemanis buatan yang telah digunakan di Amerika Serikat sejak tahun 1980. Aspartam memiliki rasa manis yang lebih pekat dari gula biasa yaitu hampir setara 200 kali lebih manis. Di dalamnya terkandung dua jenis asam amino yaitu asam aspartat dan fenilalanin.
Baca Juga: KPU Cianjur Gelar Rapat Pleno Hasil Penghitungan Suara Pemilu 2024 Hari Ini
Aspartam biasanya banyak digunakan sebagai pemanis dalam makanan dan minuman cepat saji, atau digunakan juga sebagai pengganti gula dalam makanan dan minuman yang rendah kalori, seperti soda diet. Selain pada makanan, aspartam juga biasa ditemukan di beberapa obat untuk memberikan cita rasa manis.
Walaupun penggunaan aspartam telah dinyatakan aman oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA U.S) sejak lama, tetapi konsumsi aspartam yang berlebihan akan membahayakan tubuh dan dapat meningkatkan risiko munculnya beberapa penyakit.
Mengonsumsi aspartam secara berlebihan sering kali diduga dapat berpengaruh pada perubahan perilaku dan mempengaruhi fungsi otak. Ada beberapa studi yang telah membuktikan efek samping ini.
Menurut penelitian dari Nutritional Neuroscience pada tahun 2017, aspartam telah dikaitkan dengan masalah perilaku dan kognitif. Contohnya termasuk masalah belajar, sakit kepala, kejang, migrain, suasana hati yang mudah tersinggung, kecemasan, depresi, dan insomnia.
Sebab, aspartam memiliki efek buruk pada kesehatan neurobehavioral. Neurobehavior adalah cara kerja saraf atau otak yang mempengaruhi perilaku dan emosi.
Semoga bermanfaat.***
Sumber : hallodoc.com
Artikel Terkait
Manfaat Zat Papain Daun Pepaya untuk Ibu Menyusui, Cek Disini
Konsumsi Daun Pepaya Bisa Kurangi Resiko Terkena Kanker
Pentingnya Penguatan Kebangsaan Bagi Sebuah Negara
Perwujudan Agama Dilihat dari Perspektif Filsafat Islam
BKKBN Tinjau Layanan KB Safari Gratis di Kota Bandung
Eksistensi Pemimpin Negara dan Problematika Golput Dalam Pandangan Islam
Mengenal Aspartam Pemanis Buatan, Cek Disini
Konsumsi Aspartam Belebihan Picu Kanker
Penderita Fenilketonuria (PKU) DIlarang Konsumsi Pemanis Buatan (Aspartam)
Konsumsi Aspartam Picu Risiko Alzheimer
Waspada, Konsumsi Aspartam Bisa Picu Pengaruhi Kerja Otak