Memahami Falsafah Bhineka Tunggal Ika

photo author
Abdul Qodir Majid, Journal Nusantara
- Selasa, 27 Februari 2024 | 19:40 WIB
Garuda Pancasila
Garuda Pancasila

Oleh : M.Faqih Sirojuddin

Berdasarkan dari pemahaman saya tentang Bhineka Tunggal Ika merupakan semboyan negara Indonesia yang harus menjadi falsafah hidup dari bangsa Indonesia itu sendiri. Jadi sebagai warga negara Indonesia sudah seharusnya kita memahami apa yang dimaksud dari semboyan negara kita yaitu Bhineka Tunggal Ika, untuk mengetahui lebih dalam tentang semboyan negara Indonesia.

Baca Juga: Stres Oksidatif Sebabkan Rambut Ibu Menyusui Rawan Rontok

Bhinneka Tunggal Ika merupakan semboyan bagi bangsa Indonesia yang memiliki arti
‘‘berbeda-beda tetapi tetap satu jua’’ Indonesia memiliki keragaman mulai dari suku, budaya, adat istiadat, agama, bahasa dan ras. Keragaman perbedaan ini membuat Bhinneka Tunggal Ika pada akhirnya dibentuk dan pedoman bagi bangsa Indonesia.
Konsep Bhinneka Tunggal Ika merupakan sebuah semboyan yang menjadi dasar Negara Indonesia.

Baca Juga: Demokrasi Itu Milik Rakyat Yang Harus Dijaga dan Diperjuangkan

Sehingga semboyan ini harus dijadikan landasan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Oleh karena itu, kita arus bersungguh-sungguh dalam menerapkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

Dan jika tidak ada Bhineka Tunggal Ika sepertinya Indonesia akan mengalami kesusahan untuk mendapatkan kemerdekaannya. Makanya Bhineka Tunggal Ika itu sangat penting bagi negara Indonesia.

Baca Juga: Wow Daun Pepaya Mengandung Senyawa Quercetin yang Mampu Suburkan ASI

Bhineka Tunggal Ika juga bertujuan untuk mewujudkan cita-cita Bangsa Indonesia yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945 Alinea keempat.’

Membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial’,***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abdul Qodir Majid

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Yang Harus Digali DPRD Cianjur atas Raperda P2APBD

Minggu, 28 Juni 2026 | 09:30 WIB
X