Konsumsi Aspartam Picu Risiko Alzheimer

photo author
Abdul Qodir Majid, Journal Nusantara
- Rabu, 28 Februari 2024 | 09:51 WIB
 Perbedaan antara demensia dan Alzheimer ( https://pin.it/1MKSA3f)
Perbedaan antara demensia dan Alzheimer ( https://pin.it/1MKSA3f)

JournalNusantara.com- Makanan manis selalu memiliki daya tariknya tersendiri, terutama yang memiliki warna cerah dan bentuk yang menarik. Dari anak-anak sampai orang dewasa menyukai makanan manis. 

Baca Juga: Konsumsi Daun Pepaya Bisa Kurangi Resiko Terkena Kanker

Sayangnya, makanan manis yang biasa dijual di pasaran sering kali memakai pemanis buatan, maka tidak heran mengapa rasanya bisa membuat ketagihan. Salah satu pemanis buatan yang sering dipakai aspartam. 

Baca Juga: Memahami Falsafah Bhineka Tunggal Ika

Dilansir Hallodoc.com yang dikutip Rabu (28/2/2024). Aspartam adalah jenis pemanis buatan yang telah digunakan di Amerika Serikat sejak tahun 1980. Aspartam memiliki rasa manis yang lebih pekat dari gula biasa yaitu hampir setara 200 kali lebih manis. Di dalamnya terkandung dua jenis asam amino yaitu asam aspartat dan fenilalanin. 

Baca Juga: KPU Cianjur Gelar Rapat Pleno Hasil Penghitungan Suara Pemilu 2024 Hari Ini

Aspartam biasanya banyak digunakan sebagai pemanis dalam makanan dan minuman cepat saji, atau digunakan juga sebagai pengganti gula dalam makanan dan minuman yang rendah kalori, seperti soda diet. Selain pada makanan, aspartam juga biasa ditemukan di beberapa obat untuk memberikan cita rasa manis.

Walaupun penggunaan aspartam telah dinyatakan aman oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA U.S) sejak lama, tetapi konsumsi aspartam yang berlebihan akan membahayakan tubuh dan dapat meningkatkan risiko munculnya beberapa penyakit.

Metil ester merupakan zat yang terdapat dalam aspartam, ketika zat ini masuk ke dalam tubuh dan melalui proses metabolisme, maka metil ester akan berubah menjadi metanol. 

Methanol kemudian akan diubah menjadi formaldehida, yang mana zat ini sering dikaitkan menjadi penyebab penyakit Alzheimer. Metanol sendiri memiliki dampak negatif bagi tubuh yaitu peningkatan radikal bebas yang dapat merusak membran sel tubuh, termasuk pada sistem saraf.

 

Semoga bermanfaat.***

Sumber : hallodoc.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Qodir Majid

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mutiara Pagi: Sembunyikan (Bagian 2273)

Jumat, 17 Juli 2026 | 05:47 WIB

Mutiara Pagi: Ketenangan Batin (Bagian 2272)

Kamis, 16 Juli 2026 | 06:03 WIB

Mutiara Pagi: Berikan Sebagian (Bagian 2270)

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:32 WIB

Mutiara Pagi: Simpan Sebagian (Bagian 2269)

Senin, 13 Juli 2026 | 11:27 WIB

Mutiara Pagi: Perbedaan (Bagian 2268)

Minggu, 12 Juli 2026 | 06:58 WIB

Mutiara Pagi: Doa Saudara (Bagian 2266)

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:37 WIB

Mutiara Pagi: Teruslah Belajar (Bagian 2263)

Selasa, 7 Juli 2026 | 07:44 WIB

Mutiara Pagi: Cahaya Ilmu (Bagian 2261)

Minggu, 5 Juli 2026 | 09:18 WIB

Mutiara Pagi: Hidup adalah Puisi (Bagian 2260)

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:19 WIB

Mutiara Pagi: Kedamaian (Bagian 2259)

Jumat, 3 Juli 2026 | 07:13 WIB

Mutiara Pagi: Kebaikan (Bagian 2258)

Kamis, 2 Juli 2026 | 07:35 WIB

Mutiara Pagi: Prasangka (Bagian 2256)

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:37 WIB

Mutiara Pagi: Amanah (Bagian 2255)

Senin, 29 Juni 2026 | 07:49 WIB
X