Saat kepala Sayyidina Husein diletakkan di hadapannya, Yazid memukul-mukul kepala itu dengan tongkatnya sambil bersenandung, menunjukkan kepuasan atas apa yang terjadi.
Yazid menuduh bahwa Husein adalah orang yang zalim, dan pembantaian itu dilakukan atas dasar pembenaran politik yang tidak berperikemanusiaan.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Artikel Terkait
Dari Kontraktor ke Petani Sukses, Kisah Tri Heriyanto Raup Puluhan Juta dari Budidaya Talas
Perubahan Cuaca dan Dampaknya terhadap Kehidupan Sehari-hari
Technische Hoogeschool Bandung, Cikal Bakal Institut Teknologi Bandung
Ajaran Yahudi: Di antara Monoteisme Ketat dan Etnosentrisme Teologis
PPP Sebagai Alat Perjuangan Umat Islam, Menguatkan Kepemimpinan Kader di Cianjur
Mutiara Pagi: Jejak Para Bijak (Bagian 1893)
LRT Jakarta Fase 1B: Progres Pesat, Konektivitas Jakarta Kian Terwujud!
Tuntas Semester 2 Doktoral MPI, Fondasi Inovasi dan Akselerasi Pendidikan Berbasis Digital
RAT KSU YAHATI: “Koperasi Kuat, Anggota Sejahtera”
Ledakan Bom Ketiga: Kisah Penghormatan Jepang kepada Mohammad Natsir yang Terlupakan