Journalnusantara.com, Amerika Serikat — Dai kondang asal Jawa Barat, Tata Sukayat, memenuhi undangan resmi dari Presiden Hartford International University for Religion and Peace, Amerika Serikat, pada 20 Mei lalu.
Kunjungan ini berlangsung di kampus Hartford International University yang berlokasi di Connecticut, dan kehadiran beliau disambut langsung oleh Presiden universitas, Prof. Dr. Joel N. Lohr.
“Saya saat ini berada di Hartford International University, Amerika Serikat, atas undangan Presiden Joel N. Lohr. Selama satu minggu ke depan, saya akan melakukan riset dan kajian mengenai nilai-nilai agama yang humanis, inklusif, dan mampu menciptakan kerukunan di tengah masyarakat,” ujar dai asal Sunda tersebut.
Dikenal sebagai penulis produktif dan aktivis kebudayaan Sunda, Tata Sukayat selama ini aktif mempromosikan nilai-nilai keislaman dan kesundaan yang ramah, santun, dan penuh kasih.
“Di hadapan Prof. Joel N. Lohr dan para pemangku kepentingan di kampus ini, saya menyampaikan pandangan mengenai masa depan agama-agama di dunia serta pentingnya nilai-nilai kemanusiaan global. Saya tekankan bahwa nilai-nilai universal tidak hanya bersumber dari agama dan filsafat, tetapi juga perlu mengakomodasi nilai-nilai kearifan lokal. Inilah yang saya sebut sebagai humanisasi, yaitu memanusiakan manusia secara utuh dalam membangun peradaban yang damai dan harmonis,” tutur Tata Sukayat.
Dalam wawancara melalui sambungan telepon dengan media, Tata Sukayat juga mengungkapkan rencananya untuk melakukan kajian di sejumlah kampus terkemuka di Amerika Serikat, seperti Harvard University, Yale University, dan Trinity College, selain Hartford International University.
“Riset dan kajian ini juga berkaitan dengan kurikulum cinta yang digagas oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Saya melihat gagasan beliau sangat penting untuk dikembangkan, agar dapat memberikan dampak positif dalam membentuk masa depan pendidikan anak-anak bangsa,” pungkas Tata Sukayat.
Artikel Terkait
Situs Cipari: Warisan Megalitik yang Terlupakan di Reruntuhan Ingatan Bangsa
Mutiara Pagi: Doa yang Tak Selesai (Bagian 1847)
Waspada Hujan Menengah hingga Sangat Tinggi di Jawa Barat
Ilmu "Kebal" Jenderal Jusuf
Saring Sebelum Sharing: Kiat Cerdas Membedakan Video Hoaks dari Fakta
Kendalikan Gelombang Pikiran: Strategi Jitu Menjauhi Lingkaran Negatif
Komunitas ‘Fantasi Sedarah’ di Dunia Digital: Ancaman Sunyi terhadap Moral Bangsa
Tips Atasi Distraksi Saat Mengerjakan Tugas Kuliah Bagi Mahasiswa Karyawan
Hari Kebangkitan Nasional sebagai Momentum Memperkuat Persatuan dan Semangat Maju
Mutiara Pagi: Kita Terlalu Sibuk (Bagian 1848)