Kita terlalu sibuk menghitung luka
Tapi lupa, kebaikan orang terhadap kita
Yang lebih indah dari sekadar syair
Begitu mudah seperti sungai mengalir
Seperti sejumlah doa
Yang terkadang mereka lakukan
Meski tidak selalu diminta
Sepenuh hati mereka ucapkan
Namun dengan sesuka hati
Lalu kita menghina dan mencaci
Seperti kartu kredit
Yang bisa digunakan tanpa limit
Tanpa berpikir panjang
Selalu saja menyerang
Hanya karena beda kepentingan
Serta tujuan yang diinginkan
Padahal sejumlah perbedaan
Seharusnya tak melahirkan perpecahan
Jika tidak didasari oleh kebencian
Serta niat untuk mempermalukan
Ucapan yang benar secara isi
Tidak bermuatan dendam pribadi
Lebih bermakna dan bermartabat
Serta dapat memberi manfaat
Malang, 22 Mei 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Stasiun Radio Malabar: Megafon Kolonial yang Terbenam dalam Duka Nasional
Situs Cipari: Warisan Megalitik yang Terlupakan di Reruntuhan Ingatan Bangsa
Mutiara Pagi: Doa yang Tak Selesai (Bagian 1847)
Waspada Hujan Menengah hingga Sangat Tinggi di Jawa Barat
Ilmu "Kebal" Jenderal Jusuf
Saring Sebelum Sharing: Kiat Cerdas Membedakan Video Hoaks dari Fakta
Kendalikan Gelombang Pikiran: Strategi Jitu Menjauhi Lingkaran Negatif
Komunitas ‘Fantasi Sedarah’ di Dunia Digital: Ancaman Sunyi terhadap Moral Bangsa
Tips Atasi Distraksi Saat Mengerjakan Tugas Kuliah Bagi Mahasiswa Karyawan
Hari Kebangkitan Nasional sebagai Momentum Memperkuat Persatuan dan Semangat Maju