Akselerasi Kemajuan Perguruan Tinggi Jepang Memperkuat Mutu dan Daya Saing Akademik

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Senin, 29 Juli 2024 | 10:00 WIB
Kuliah di universitas Jepang. Foto/Ist
Kuliah di universitas Jepang. Foto/Ist

III. UNIVERSITY OF TSUKUBA adalah perguruan tinggi yg berawal dari sekolah tinggi keguruan (Tokyo Higher Normal School) pada tahun 1872. Baru pada tahun 1973 pemerintah Jepang meningkatkan menjadi universitas.

Saat ini universitas tumbuh dengan cepat memiliki 28 klaster sekolah & college dalam berbagai bidang ilmu. Ada sekitar 16.500 mahasiswa dengan rincian 9.798 untuk program sarjana dan 6.661 dengan jumlah staf pengajar 2.616.

Berbeda dengan Universitas Tokyo yg proporsi jumlah mahasiswa pascasarjana lebih besar ketimbang program sarjana. Proporsi Universitas Tsukuba dalam hal jumlah mahasiswa sarjana lebih besar ketimbang pascasarjana. Dengan selisih yg kecil.

Walaupun Universitas ini tumbuh pesat sejak berdiri 1973. Tetapi ada 3 dosen yg sukses meraih hadiah Nobel, yaitu: Leo Esaki (Nobel Fisika 1973), Hideki Shirakawa (Nobel Kimia 2000), Sin-Itiro Tomonaga (Nobel Fisika 1965).

Menariknya bagaimana universitas ini mampu menggerakkan dukungan para dosen & peneliti meraih hadiah Nobel. Tidak hanya mampu membangun kompetensi. Tetapi juga memberi "citra mutu unggul" kepada universitas.

IV. MUSASHINO UNIVERSITY University adalah perguruan tinggi swasta yg telah genap berusia 100 tahun sejak berdiri di tahun 1924. Bermula dari suatu akademi khusus kaum perempuan bernama Musashino Women's Academy di tahun 1924.

Pada tahun 1965 dikembangkan lebih lanjut menjadi Musashino Women's University dengan tetap mempertahankan kekhususan sebagai "universitas perempuan". Baru sejak tahun 2003 berubah menjadi Musashino University dengan menanggalkan kekhususannya dengan menerapkan "co-education system" yang terbuka dalam menjalankan satu pendidikan bersama bagi lelaki dan perempuan. Praktik co-education inilah yang berjalan sampai sekarang.

Musashino University punya dua kampus, yaitu kampus Ariake berjarak sekitar 3 menit jalan kaki dari Stasiun Kereta Kokusai Tenjijo. Kampus Ariake terdiri dari 4 gedung menjulang tinggi hanya terpisah jalan kecil dari Hotel Sotetsu Grand Fresa tempat saya menginap.

Kampus kedua ada di Nishitokyo di pinggiran kota Tokyo. Pembelajaran banyak dilakukan di dalam di Kampus Ariake. Termasuk kegiatan administrasi pendidikan.

Sejak dibukanya Kampus Ariake di tahun 2003 universitas ini terus mengembangkan diri secara bertahap. Sekarang universitas ini telah memiliki 7 fakultas setingkat program sarjana dengan 13 departemen.

Selain program sarjana ada 4 sekolah Pascasarjana setingkat master dan doktor, yaitu Sekolah Bahasa dan Budaya, Sekolah Ilmu-Ilmu Kemanusiaan, Sekolah Sistem Sosial, dan Sekolah Manajemen Kesejahteraan Sosial.

Keempat Sekolah Pascasarjana ini merupakan bentuk strategi pengembangan keilmuan yg ada di level program sarjana. Saya menyebutnya sebagai "undergraduate university".

Musashino University didirikan oleh seorang cendekiawan Buddhis Junjiro Takakusu (1866–1945). Basis pendidikan didasarkan pada ajaran Buddha "Hongwanji Jodo Shinshu of Buddhism".

Ajaran dalam Shin-Buddhism atau Buddhisme Zen. Bagi saya kunjungan kali ini ke universitas swasta berbasis keagamaan Buddha adalah yg kedua kalinya.

Pada tahun 2019 bersama kawan-kawan dari Ditjen Dikti saya pernah berkunjung ke Shukutoku University yg juga berbasis Buddhisme. Banyak pembelajaran menarik dari perguruan tinggi swasta dalam manajemen dan tatakelola untuk tetap bisa tumbuh dan bermutu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Jalan Maju Chile

Rabu, 8 Juli 2026 | 06:44 WIB

Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

Sabtu, 13 Juni 2026 | 12:19 WIB

Langkah Spiritual dan Fisik Menuju Baitullah

Kamis, 9 April 2026 | 16:31 WIB

Misi Penjaga Perdamaian Dunia Kontingen Garuda

Minggu, 5 April 2026 | 20:47 WIB

Tetap Jaga Jarak

Jumat, 6 Maret 2026 | 14:57 WIB

Variasi Durasi Puasa di Berbagai Belahan Dunia

Minggu, 22 Februari 2026 | 04:46 WIB

Setiap Serangan Israel ke Iran, Selalu Dibayar Lunas

Kamis, 19 Februari 2026 | 05:22 WIB

AS Tangkap Presiden Venezuela Maduro, Besok Siapa?

Senin, 5 Januari 2026 | 05:59 WIB

Indonesia Jd Pemimpin IG Terbesar di ASEAN

Senin, 8 Desember 2025 | 21:33 WIB

Zohran Mamdani, Syiahkah?

Minggu, 9 November 2025 | 19:59 WIB
X