Oleh: Hanief Saha Ghafur (Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia)
I. PENDAHULUAN
Saya dapat kesempatan berkunjung ke Jepang selama 9 hari, Sabtu 13 - 22 Juli. Kesempatan berkunjung ke beberapa perguruan tinggi Jepang terbaik. Baik publik (PTN) maupun swasta (PTS) terpilih.
Pilihan saya untuk berkunjung jatuh pada 3 perguruan tinggi, yaitu Universitas Tokyo, Universitas Tsukuba, & Universitas Musashino. Ada beberapa universitas yg saya sebut sebagai pembanding, seperti Universitas Kyoto, Universitas Nagoya, dan Universitas Shokutoku.
Hal ini penting untuk melihat bagaimana universitas menggerakkan mutu untuk kemajuan Iptek. Memperkuat kompetensi dan daya saing ekonomi dan industri agar bisa terus tumbuh. Khususnya dalam menciptakan kreasi dan innovasi baru melalui perguruan tinggi.
Saya ke Jepang bersama isteri menginap 8 malam di Hotel Grand Fresa. Satu blok terpisah jalan sempit dengan Universitas Musashino di kawasan Ariake, Tokyo. Semalam kami bermalam di rumah WNI yg beristerikan orang Jepang.
Bersama mereka kami menikmati kebudayaan Jepang. Sekalian saya membaca dan mengumpulkan data tentang kebudayaan dan sistem pendidikan. Bersama mereka saya berkunjung ke beberapa kota di provinsi Ibaraki.
Kami juga berkunjung ke Global Farm of Ibaraki, Universitas Tsukuba, dan saya sempatkan mampir ke kantor PCI-NU dan Pesantren NU di Ibaraki. Di Universitas Tsukuba kami didampingi Mas Ari Nugraha dosen FIB-UI yg sedang menyelesaikan Program Doktor.
Menurut Mas Ari ada sekitar 30-an mahasiswa Indonesia di Universitas Tsukuba. Selain di Tsukuba ada banyak mahasiswa dibeberapa universitas di sekitar Ibaraki. Baik mereka yg sedang S2, S3, dan postdoctoral research. Kedua universitas negeri ini mendeklarasikan dirinya sebagai universitas riset. Bagaimana mereka memperkuat mutu ada suatu hal yg menarik.
II. UNIVERSITY OF TOKYO atau dalam bahasa Jepang dikenal sebagai Tokyo Daigaku berdiri tahun 1877. Berdiri dari zaman restorasi Meiji, di mana kekaisaran saat itu ingin mendirikan perguruan tinggi dengan nama Teikoku Daigaku (Universitas Kekaisaran/ Imperial University) dan berubah lagi menjadi Tokyo Imperial University (Tokyo Teikoku Daigaku), sebelum kemudian menjadi universitas seperti saat ini.
Ada 5 lokasi kampus, yaitu Hongo dan Komaba yg ada di tengah kota. Sedang kampus Kashiwa, Shirokane, dan Nakano ada di pinggiran kota. Kunjungan ke kampus Hongo sangat menarik, karena penuh dengan gedung-gedung tua. Saya senang sekali mengambil gambar gedung tua yg tetap dipelihara dengan baik sebagai Ikon di universitas ini.
Dalam mengembangkan universitas riset. Suatu hal yg menarik dari Universitas Tokyo adalah intake, proporsi, dan distribusi mahasiswa yg mencerminkan level ranking terbaik dunia & ikon kemodernan masyarakat Jepang.
Dari tingkat keketatan penerimaan mahasiswa baru, Universitas Tokyo adalah terketat dari seluruh perguruan tinggi yg ada di Jepang. Termasuk terketat dibanding pesaingnya yaitu Universitas Kyoto & Universitas Nagoya. Dari jumlah 28.133 lebih total mahasiswa di 2023, jumlah mahasiswa pascasarjana (ada 14.258) lebih besar ketimbang jumlah program sarjana (ada 13.974).
Universitas ini memposisikan diri sebagai "graduate university dengan pembelajaran berbasis riset dan riset berbasis pembelajaran". Keunggulan terkuat ada pada bidang sains dan teknologi. Sedang kekuatan di bidang ilmu sosial & humaniora ada di bidang ilmu hukum & ilmu bahasa dan kesusasteraan.
Ranking terbaik versi QS WUR 2025, Universitas Tokyo ada di level 32 dunia. Di universitas ini ada 6.311 staf akademik pengajar. Keunggulan terkuat ada di bidang sains dan teknologi. Dalam bidang tersebut di tahun 2024, ada 18 dosen yg meraih hadiah Nobel dan ada 17 Perdana Menteri alumni dari universitas ini.
Bandingkan juga dengan Universitas Kyoto yg punya 19 peraih Nobel dan ada 5 perdana menteri. Sedang pesaing lainnya adalah Universitas Nagoya dengan 7 peraih Nobel. Bandingkan dengan Indonesia yg berpenduduk 279 juta belum pernah ada satupun anak bangsa ini meraih hadiah Nobel.
Artikel Terkait
Kota Bekasi dengan View Gunung Gede Pangrango
Pelarian Pangeran Senopati dari Jayakarta
425 Siswa Asal Papua Ikuti Pendidikan Bintara Polri Gelombang II Tahun 2024
Soroti Aset Sekda, Jaringan Intelektual Muda Akan Gelar Aksi Demontrasi di Depan Kantor Kejaksaan Negeri Cianjur
Bacalon Bupati Cianjur dr. M Wahyu Hadiri Pernikahan Rifki dan Santi, Ungkap Rahasia Keluarga Bahagia
Rencana Pembubaran Ansor - Banser di Sidang Kabinet 1964 (Penggalan Peran Sejarah Chalid Mawardi)
Mengobati Penyakit Futur
Catatan Pinggir untuk Acara Haol Mama Ciharashas
Patriot Desa Berkolaborasi dengan BPVP Kabupaten Bandung Barat upaya Mengatasi Problematika Sampah
Kesatuan Umat