Jawabannya Komunitas Muslim tidak akan mendukung keduanya (Trump atau Biden). Dan jika ada kandidat ketiga kemungkinan Komunitas Muslim akan memberikan dukungannya kepada third candidate itu.
Tentu dukungan ini bukan bertujuan electoral (terpilih dan menang). Tapi sebagai bentuk pertanggung jawaban sebagai warga negara.
Sekaligus pertanggung jawaban ukhrawi kelak bahwa dukungan Komunitas Muslim tidak diberikan kepada kandidat rasis atau kandidat yang tangannya berlumuran darah.
Dengan hilangnya dukungan dari Komunitas Muslim, semakin jelas bahwa Donald Trump akan memenangkan pertarungan ini. Jika saya mempresentqsikan kemungkinan saat ini sekitar 65% kemenangan itu ada di tangan Donald Trump.
Apalagi dengan perkiraan kemampuan fisik Biden karena faktor umur, ditambah lagi dengan performa yang sangat buruk di debat lalu, semakin meyakinkan jika Trump akan memenangkan pilpres ini.
Runyamnya lagi, upaya asasinasi Trump minggu kemarin semakin menambah semangat pendukungnya sekaligus menambah simpati masyarakat Amerika kepadanya. Berbagai masalah yang dihadapi Trump di pengadilan tidak berdampak pada pilpres di Amerika.
Karenanya saya seolah sayup-sayup mendengar suara Arnold Schwazenegger: I am back!
Ternyata suara itu adalah suara Donald Trump. So, welcome back Sir!
Artikel Terkait
Rizki Juniansyah, Lifter Andalan Indonesia di Olimpiade Paris 2024
Kapal Induk AS dengan Segala Kelebihannya
Curug Cimanintin di Tasikmalaya, Cocok untuk Pemandian dengan Hawa Sejuk dan Segar
Viral Tes DNA Pegi Setiawan Cianjur, Ini Pengertian dan Fungsi
Tips Mudah Membuat Roti Goreng yang Lembut, Empuk dan Krispi
Suramadu, Jembatan Penghubung Antar Pulau Terpanjang di Indonesia
Hijrah dan Strategi Pembangunan Masyarakat Muslim - 04
Persatuan: Menghargai Perbedaan dan Membangun Sinergi untuk Kemaslahatan Umat dan Bangsa
Situs Megalitik Rante Kalimbuang Toraja Mirip Stonehenge di Inggris
Tips Mengatasi Rasa Ngantuk, Hilang Seketika dan Badan Kembali Segar