Oleh: Najwa Pajril Aeni (Kelas 12 IPA 5 SMA Al-Ittihad Cianjur)
Aku tahu betul apa yang sedang kau pikirkan, hingga kau rela tertidur larut malam hanya untuk mendatanginya dalam sunyinya malam, karena yang kau punya sekarang hanya tuhan bukan?
Kalau benar begitu, kau berarti hebat, sudah bisa menggantungkan apa apa yang buat resah hanya pada-Nya.
Dalam perjalanan kali ini, apa kau pernah menerima senyuman yang merendahkan? Atau bahkan tawaan?, saat kau bercerita panjang lembar tentang masa depan yang sedang kau rancang, lalu mereka menimbali dengan nada tinggi," dari mana kau memiliki uang untuk mengambil jurusan itu, dan kalaupun beasiswa, bukankah materi pelajaranmu jauh tertinggal dengan kami, bagaimana lulus ujiannya?" Katanya sambil tertawa, bercanda mungkin, tapi tetap saja terasa sampai dada "Oh atau kau punya orang dalam? Ya tapi menurut kami itu semua tetap tidak mungkin untukmu!" itu yang jadi kalimat penutupnya.
Sakit, itu sudah pasti, manusia mana yang tidak sakit ketika sedang merancang mimpi dengan senang hati, tiba-tiba manusia tanpa hati merubuhkannya begitu saja.
BUUUMM......... tertohok sekali, hingga tak bisa berfikir jernih, setelahnya hanya terdiam dengan beribu pertanyaan yang berhamburan di kepala." Bukankah yang mereka katakan tadi ada benarnya juga, kali ini aku terlalu percaya diri untuk bermimpi sehebat itu.
Rasanya semakin tidak mungkin." sambil mengelap air mata yang mulai membanjiri pipi, rasa ragupun mulai menggangu, tapi sebentar, bukankah kau masi punya tuhan? Apa yang perlu kau khawatiri?
Tak apa jika tak punya uang, toh kamu punya tuhan yang maha kaya, hanya tinggal meminta,apa susahnya?
Tak apa jika tertinggal pelajaran, toh kamu meninggalkannya karna tuhan bukan? Sungguh, apapun yang kita tinggalkan karna tuhan, pasti akan di ganti dengan yang lebih sepandan, karena bisa jadi tuhan punya rencana yang lebih menakjubkan, bukankah hidup itu penuh dengan kejutan? Pada intinya apapun yang ada di hidup kita sekarang, itulah yang paling baik untuk kita. Tuhan maha tahu, sedang kita, tidak tahu.
Tak apa jika kita tak di sukai banyak orang, toh hidup itu bukan untuk disukai, cukup terlihat baik di hadapan tuhan, bahkan itu lebih dari cukup.
Baca Juga: Nurul Husna Maulidah Ungkap Pentingnya Muslimah dalam Berhijab
Perlu kita ketahui, bahwa hidup di dunia ini berdampingan dengan yang namanya omongongan, sebaik apapun kita di mata manusia, tapi untuk mereka yang tidak suka, pasti selalu terlihat kurang. Tak akan ada habisnya, yang ada hanya membuatmu semakin tersiksa.
Kita tak punya banyak tangan untuk menutup mulut-mulut mereka yang berkata semena-mena, tapi kita hanya punya dua tangan untuk menutup telinga kita, jadi tetaplah berjalan, jangan dengarkan apa-apa yang buat gusar.
Kau hanya perlu yakin pada doa dan terus berusaha, karena tuhan selalu mengabulkan doa hambanya yang yakin bahwa pertolongannya itu ada, sekali lagi ku tegaskan, ketika kau berdoa padanya, itu sama saja dengan kau meminta pada zat yang punya segalanya, tidak perlu ragu, tidak ada yang tidak mungkin ketika berharap padanya.
Perihal tadi, mungkin itu hanya sedikit guncamgan untuk para pejuang mimpi, karna nantinya akan ada guncangan yang lebih dari sebuah omongan. Semakin tinggi pohon tumbuh, semakin besar pula angin yang akan menerpa di atas.
Semakin berkualitas seorang manusia, semakin banyak juga ujian yang akan menerpa. Ini resiko namanya, karena siapapun yang berani menggambil keputusan, berarti ia sudah siap untuk menanggung resikonya.
Baca Juga: Mengenal Khoirunnisa, Seorang Putri Hijab Indonesia, TV Presenter, hingga Trainer
Kenapa bisa demikian? Karena tuhan ingin mengajarkan bahwa hidup itu butuh perjuangan dan pengorbanan. Karena kita ga akan paham bagamaina sulitnya bangkit kalo kita aja ga pernah jatuh, ingat, sesuatu yang indah itu ga di dapet gitu aja, anggap ujian yang datang itu, seperti kau sedang menaiki gunung, kelak ada masanya kau turun, lalu sampai di puncaknya, menikmati keindahan sambil mmgelap sisa keringat, lalu berkata lirih "Oh jadi ini rencana tuhan, untung saja aku tak jadi berhenti di tengah jalan kemarin, hanya karna guncangan yang sempat menyebabkan keraguan". Lagi pula tuhan tak akan beri ujian di luar batas kemampuan hambanya, apa yang kau hadapi sekarang, pasti akan terlewatkan, percayalah.
Oh ya, kita juga tidak boleh lupa dengan hakikat kita, bahwa kita hanya manusia biasa, jika lelah jangan dipaksa, apalagi sampai membenci diri, itu keterlaluan! Perlu kau ketahui bahwa rasa lelah adalah pengingat, bahwa ada perjuangan panjang yang baru saja berhasil terlewati, istirahat sejenak, lalu bangkit, dan mulai lagi perjuangannya.
Terus berlari ke titik yang sudah kau tetap kan menjadi garis finish, libatkan tuhan dalam setiap langkah yang akan kau ambil di depan.
Dunia masih butuh orang yang berani menghidupkan mimpi, jadikan orang yang menerobos segala keterbatasan di luar sana menjadi sebuah motivasi, mereka itu manusia banyak kurang yang berhasil menakluk mimpi, jika mereka bisa, lalu bagaimana dengan kau? Walaupun dengan tertatih kau berjalan untuk menggapai mimpi, bukankah kau akan lebih hebat dan kuat? Iyakan.
Baca Juga: Mengenal Isna Septi Handayani, Vokalis Cantik Band Qasima
Maka dari itu,terus lanjutkan perjuanganmu menuju mimpi itu hingga tergenggam, lalu buktikan pada siapa saja yang sempat merendahkan, bukan untuk sombong, melainkan agar bisa diambil sedikit pelajaran, dan balas dendam.
Artikel Terkait
Gila...Dukun di Banyumas Bunuh 7 Bayi Hasil Inces dengan Anak Kandung
Antisipasi Penyakit PMK, Pemkab Cianjur Sidak Pedagang Hewan Qurban
Puisi Butet Serang Anies Baswedan, Rizal Ramli; Bukan Budayawan, Cuma Seniman Pecicilan
Yayasan Al-Masthuriyah Sukabumi Gelar Ultah ke-103 dan Wisuda Sarjana ke-41
Tiga Warga Binaan Lapas Cianjur Lulus Sarjana di Fakultas Hukum Universitas Suryakancana
Pemilu Harus Ceria
Pengumuman Calon Anggota Legislatif, Heri Sukirman, SH
Pemerkosa Dibela, Oknum JPU Kajari Pandeglang Jadi Objek Kemarahan Warganet
Denny Indrayana Sebut Jokowi Minta Nama Calon Menteri ke Bacapres, untuk Bangsa atau Pribadi ?
Allah Berbahasa Arab Susah Ketemu Orang Indramayu, Gusti Allah Nggak Ngerti !