Humor Gusdur: NU dan Muhammadiyah

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Sabtu, 18 Maret 2023 | 19:48 WIB
Sosok Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gusdur adalah sang pejuang kemanusiaan yang patut di teladani bangsa. (PRMN)
Sosok Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gusdur adalah sang pejuang kemanusiaan yang patut di teladani bangsa. (PRMN)

Journalnusantara.com - Alkisah di emperan masjid selepas sembahyang maghrib, para wartawan mengerubungi Gus Dur, Presiden ke-4 Indonesia.

Belum sempurna Gus Dur menyandarkan punggungnya ke tembok, pertanyaan berat disodorkan kepada dirinya.

"Gus, bagaimana pandangan Islam tentang Indonesia yang memilih bentuk negara Pancasila, bukan negara Islam?" tanya wartawan.

"Menurut siapa dulu, NU atau Muhammadiyah?" jawab Gus Dur.

"NU, deh Gus," kata wartawan.

"Hukumnya boleh. Karena bentuk negara itu hanya wasilah, perantara. Bukan ghayah, tujuan." Jawab Gus Dur.

"Kalau menurut Muhammadiyah?" tanya wartawan.

"Sama," jawab Gus Dur singkat.

Wartawan melanjutkan pertanyaan berikutnya, "Kalau melawan Pancasila, boleh tidak Gus? Kan bukan Al-Qur'an?"

"Menurut NU atau Muhammadiyah?" jawab Gus Dur.

"Muhammadiyah, coba," kata wartawan.

"Tidak boleh. Pancasila itu bagian dari kesepakatan, perjanjian. Islam mengecam keras perusak janji," jawab Gus Dur.

"Kalau menurut NU?" kata wartawan.

"Sama," jawab Gusdur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Seni Membangun Kepercayaan Diri di Atas Panggung

Selasa, 2 Juni 2026 | 07:44 WIB

Makan Malam dan Dampaknya Bagi Kesehatan

Rabu, 1 April 2026 | 21:13 WIB
X