Kekuasaan, Kopi, dan Nafsu yang Tak Pernah Kenyang

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Kamis, 5 Juni 2025 | 12:35 WIB
Ilustrasi kopi, kedai, cerpen Indonesia. (MetaAI)
Ilustrasi kopi, kedai, cerpen Indonesia. (MetaAI)

Lord Acton pernah berkata: "Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely." Barangkali yang ia maksud bukan hanya soal korupsi uang atau hukum, tapi korupsi jiwa. Kekuasaan membuat orang lupa batas.

Lupa bahwa jabatan adalah titipan, bukan warisan. Bahwa memerintah bukan berarti memiliki. Tapi banyak pemimpin yang terus mencari celah untuk tinggal lebih lama di puncak, meski konstitusi memanggil mereka turun.

Machiavelli tahu itu. Dalam Il Principe, ia menulis bahwa penguasa harus pandai menipu, kalau ingin bertahan. Ia tahu manusia tak selalu memilih yang baik. Maka ia menyarankan tipu muslihat.

Tetapi tulisan itu bukan selebaran motivasi. Itu peringatan. Jika kekuasaan dilepaskan dari moralitas, maka penguasa akan berubah menjadi binatang, bukan negarawan.

Di negeri ini, sejarah semacam itu tak asing. Kita pernah punya pemimpin yang menolak turun. Yang mengubah hukum agar bisa terus memerintah. Yang menjadikan kekuasaan sebagai warisan keluarga. Mereka jatuh, tapi sering kali digantikan oleh mereka yang belajar dari kesalahan itu bukan untuk menghindarinya, tapi untuk memperhalusnya.

Kisah Rahwana, Duryudana, hingga Yazid bukan dongeng belaka. Mereka hidup dalam rupa-rupa pemimpin hari ini. Yang membungkus ambisinya dengan senyum manis di baliho atau flyer, yang bicara demokrasi tapi takut membungkam lawan-lawannya.

Kekuasaan selalu menggoda. Tapi saat kekuasaan menjadi satu-satunya tujuan, maka yang tersisa hanyalah kehampaan. Dan sejarah, seperti biasa, tak pernah lupa mencatat siapa yang jatuh karena terlalu lama berdiri di singgasana.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Seni Membangun Kepercayaan Diri di Atas Panggung

Selasa, 2 Juni 2026 | 07:44 WIB
X