Melakukan kerja sama dalam kebaikan dan ketakwaan lebih efektif melalui interaksi langsung, di mana individu dapat berkontribusi secara nyata dalam komunitas mereka. Pendidikan harus mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan.
Khalifah ke-2 pengganti Rasulullah SAW. Umar bin Khattab RA. Pernah berwasiat :
لَا يَغُرَّنَّكُمْ مَنْ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ، فَإِنَّمَا هُوَ كَلَامٌ نَتَكَلَّمُ بِهِ، وَلَكِنِ انْظُرُوا إِلَى مَنْ يَعْمَلُ بِهِ
"Janganlah kalian terpesona oleh orang yang membaca Al-Qur'an, karena itu hanyalah perkataan yang kita ucapkan. Namun, lihatlah siapa yang mengamalkannya."
Pernyataan Khalifah Umar Bin Khattab ini memberi konklusi bahwa tindakan perbuatan dan amalan nyata jauh lebih penting daripada pengetahuan semata.
Komunikasi langsung melalui Interaksi fisik dan silaturahim adalah bentuk pengamalan nilai-nilai Islami yang tidak dapat digantikan oleh aktivitas di dunia maya atau dimedsos yang selama ini dipergunakan.
6. Strategi Pendidikan untuk Mendorong Silaturahim Fisik
a. Mengintegrasikan Kegiatan Sosial dalam Kurikulum
Dalam hal ini pendidikan formal melalui sekolah dapat mengadakan kegiatan yang mendorong siswa dalam melakukan interaksi sosial langsung, seperti kunjungan ke panti asuhan, kerja bakti, kerja kelompok, Kinjungan ke obyek wisata dan sarana ibadah atau kegiatan keagamaan bersama yang memungkinkan mereka melakukan aktivitas fisik.
b. Pendidikan Literasi Digital Islami
Melalui kegitan ini guru dan segenap tenaga pendidik lainnya dapat mentransformasi dan mengajarkan etika penggunaan media sosial sesuai dengan nilai-nilai Islam, memprioritaskan interaksi yang bermanfaat, termasuk menghindari konten negatif yang dapat merusak akhlak dan perilaku sehari-hari akibat efek negatif dari medsos.
c. Mendorong Partisipasi dalam Komunitas
Gerakan yang berusaha memberikan dikasi serta mendorong siswa untuk terlibat dalam komunitas lokal, organisasi pemuda masjid, dan kegiatan sosial lainnya untuk memperkuat hubungan sosial diantara mereka.
Kesimpulan
Isolasi sosial akibat media sosial merupakan tantangan nyata dalam era digital. Pendidikan nilai dan karakter Islami memiliki peran penting dan strategis dalam membekali generasi muda agar mampu menghadapi tantangan ini dengan bijak.
Mengedukasi dan memberikan pencerahan tentang urgensi silaturahim fisik, memperkuat interaksi sosial nyata, dan menggunakan media sosial sesuai dengan prinsip-prinsip Islam adalah langkah-langkah yang harus diambil dan ditempuh sebagai upaya preventif sekaligus solutif terhadap kuatnya arus medsos dalam mempengaruhi perilaku dan karakter dari generasi kegenerasi
Artikel Terkait
Naik Kereta Whoosh
Larangan Menjatuhkan Diri ke Dalam Perbuatan Mudharat
Cerita Pilu di Akhir Kekuasaan Jokowi
Mau Kuliah? Yuk Daftar ke IAIPI KMD Kampus Cianjur
Mencari Calon Gubernur Sumut yang Ideal untuk Pemuda
Berikut Mars KAI dengan Arransement Baru
Peluang Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2026
Mutiara Pagi: Hidup akan Lebih Ringan (Bagian 1628)
Berikut Empat Sumber Kebahagiaan Seseorang
Mutiara Pagi: Pesan Sang Guru (Bagian 1629)