Dalam konteks ini Pendidikan nilai dan karakter Islami harus menekankan pentingnya keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat, serta mengingatkan bahaya keterasingan spiritual akibat terlalu fokus pada dunia maya.
2. Urgensi Silaturahim Fisik dalam Islam
Membangun silaturrahim atau menjaga hubungan kekerabatan dan persaudaraan merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam. Interaksi fisik dan pertemuan langsung memiliki nilai yang tidak dapat digantikan oleh komunikasi virtual.
Hal ini sejalan dengan Fitnan Allah SWT yang terdapat dalam surah An-Nisa :36:
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ
"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat..."
Melalui firman Allah SWT.. ini menekankan pentingnya berbuat baik kepada kerabat dekat, yang dalam praktiknya memerlukan interaksi langsung dan perhatian fisik.
Karena Media sosial tidak dapat sepenuhnya memenuhi kewajiban ini, disebabkan kedekatan emosional dan dukungan moral sering kali lebih efektif melalui pertemuan tatap muka.
Pandangan ini diperkuat oleh sabda Rasulullah SAW. Yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
"Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim."
Melalui Hadits ini menunjukkan bahwa silaturahim memiliki dampak langsung pada keberkahan rezeki dan umur seseorang. Interaksi fisik dan kunjungan langsung memperkuat ikatan kekeluargaan dan persaudaraan, yang tidak dapat digantikan oleh interaksi virtual.
3. Dampak Negatif Ketergantungan pada Interaksi Virtual
Ketergantungan pada interaksi virtual dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan sosial, empati, dan hubungan emosional yang mendalam.
Karena ada nilai dan substansi yang tidak dapat terwakilkan kecuali melalui interaksi langsung secara fisik agar terbangun keterhubungan secara emosional.
Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya' Ulumuddin menekankan pentingnya pergaulan yang baik dan interaksi sosial untuk mencapai kesempurnaan akhlak.
Beliau menyatakan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan sesama untuk mengembangkan karakter dan moralitas. Interaksi yang dimaksud tentu melalui kontak langsung dan pertemuan secara fisik.
Dalam konteks Pendidikan nilai dan karakter Islami mengajarkan pentingnya interaksi sosial fisik sebagai sarana untuk mengembangkan empati, kasih sayang, dan solidaritas dan nilai altruisme antara satu dengan lainnya .
Artikel Terkait
Naik Kereta Whoosh
Larangan Menjatuhkan Diri ke Dalam Perbuatan Mudharat
Cerita Pilu di Akhir Kekuasaan Jokowi
Mau Kuliah? Yuk Daftar ke IAIPI KMD Kampus Cianjur
Mencari Calon Gubernur Sumut yang Ideal untuk Pemuda
Berikut Mars KAI dengan Arransement Baru
Peluang Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2026
Mutiara Pagi: Hidup akan Lebih Ringan (Bagian 1628)
Berikut Empat Sumber Kebahagiaan Seseorang
Mutiara Pagi: Pesan Sang Guru (Bagian 1629)