Isolasi Sosial Akibat Media Sosial

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Senin, 30 September 2024 | 12:00 WIB
Media Sosial
Media Sosial

Ketergantungan pada media sosial dapat menghambat perkembangan ini dan menjadi penghalang keterhubungan secara emosional dikarenakan tidak melalui pendekatan fisik secara langsung.

Pada ayat al-qur’an yang terdapat dalam surah al- Hujurat : 10 memberikan penekanan bahwa orang berikan itu pada hakikatnya adalah satu dan bersaudara yang menggambarkan adanya kedekatan secara psikologis.

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Artinya: "Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat Rahmat.”

Melalui ayat ini secara implisit mengisyaratkan bahwa Persaudaraan dalam Islam menuntut interaksi yang nyata dan keterlibatan langsung dalam kehidupan sesama Muslim.

Dalam konteks ini media sosial dapat menjadi alat bantu, tetapi tidak dapat menggantikan pentingnya pertemuan dan komunikasi fisik secara langsung.

4. Pendidikan Nilai dan Karakter Islami dalam Menghadapi Era Digital

Pendidikan nilai dan karakter Islami menjadi semakin penting untuk membekali generasi muda dalam menghadapi tantangan era digital, termasuk risiko isolasi sosial. Penelanan pada aspek ini tergambar melalui ajaran Al-qur’an :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
"Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka..."
(QS. At-Tahrim: 6)

Para pendidik khususnya orang tua sebagai komponen paling penting dalam sebuah rumah tangga memiliki tanggung jawab untuk membimbing putra putrinya sebagai generasi muda dalam penggunaan media sosial yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, termasuk menekankan pentingnya silaturahim fisik atau kontak secara langsung.

Rasulullah SAW. Dalam salahsatu Haditsnya telah bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya."
(HR. Bukhari dan Muslim)


Dalam konteks Pendidikan nilai dan karakter Islami harus melibatkan pengawasan dan arahan secara fisik dalam penggunaan teknologi, memastikan bahwa media sosial digunakan untuk kebaikan dan tidak menggantikan interaksi sosial yang sebenarnya secara langsung.

5. Urgensi Silaturahim Fisik dalam Pembentukan Karakter

Kontak langsung dan interaksi fisik memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan pengembangan nilai-nilai sosial dalam kehidupan . Allah SWT. Didalam al-qur’an tepatnya dalam surah al-Maidah: 2:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran..."

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Naik Kereta Whoosh

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Seni Membangun Kepercayaan Diri di Atas Panggung

Selasa, 2 Juni 2026 | 07:44 WIB

Makan Malam dan Dampaknya Bagi Kesehatan

Rabu, 1 April 2026 | 21:13 WIB
X