daerah

Status Gunung Semeru Naik Level, Siaga Menjadi Awas

Minggu, 4 Desember 2022 | 23:32 WIB
Status Semeru Terkini, Pemkab Lumajang Tetapkan 14 Hari Tanggap Darurat Gunung Semeru (istimewa)

JournalNusantara.com - Gunung Semeru terus menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang ditunjukkan dengan luncuran Awan Panas Guguran (APG) dan indikator yang lain pada hari ini, Minggu (4/12/2022). 

Sebagaimana yang dilaporkan sebelumnya, sumber APG berasal dari tumpukan material di ujung lidah lava, yang berada sekitar 800 meter dari puncak (Kawah Jonggring Seloko).

Awan Panas Guguran tersebut berlangsung terus-menerus hingga pukul 06.00 WIB dengan jarak luncur telah mencapai 7 km dari puncak ke arah Besuk Kobokan. 

Baca Juga: Pemerintah Bangun Hunian untuk Korban Gempa Cianjur, Target Rampung Sebelum Lebaran 2023

Aktivitas kegempaan pada tanggal 4 Desember 2022 pukul 00.00 - 06.00 WIB terekam 8 kali Gempa Letusan, 1 Gempa Awan Panas Guguran yang masih berlangsung hingga pukul 06.00 WIB. 

Hal ini menunjukkan aktivitas erupsi dan awan panas guguran di Gunung Semeru masih sangat tinggi. Selain berpotensi terjadi awan panas, potensi terjadinya aliran lahar juga masih tinggi mengingat curah hujan yang cukup tinggi di Gunung api Semeru. 

Dikutip dari situs resmi Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB), dengan adanya peningkatan aktivitas vulkanik tersebut, maka Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunungapi Semeru dari ‘Siaga’ menjadi ‘Awas’ atau dari Level III menjadi Level IV, terhitung per pukul 12.00 WIB hari ini, Minggu (4/12/2022). 

Baca Juga: Telkom University Gelar Pelatihan Komunikasi di Sekolah Pascal Montessori Bandung

Sehubungan dengan adanya peningkatan status tersebut, maka PVMBG merekomendasikan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). 

Di luar jarak tersebut, masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak. 

Lebih lanjut, masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).*(Adinda Indah)

Sumber : Instagram/indonesianewstoday

Tags

Terkini