Wida Apridalia: Redefinisi Semboyan Negara di Tengah Terpaan Kepentingan Global

photo author
Ridwan Mubarok, Journal Nusantara
- Minggu, 4 Desember 2022 | 20:40 WIB
modul projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tema Bhineka Tunggal Ika Perbedaan di Sekitar Kita. (Pixabay)
modul projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tema Bhineka Tunggal Ika Perbedaan di Sekitar Kita. (Pixabay)

JournalNusantara.com/ SuaraMahasiswa - Bhineka Tunggal Ika dapat diartikan sebagai “berbeda-beda tetap satu”. Berbeda-beda disini  dimaknai dengan beragam macam agama, ras, budaya, dan lain sebagainya. Sedangkan satu  disini bermakna satu tujuan atau satu cita-cita. Bersatunya sesuatu yang berbeda-beda dapat  menciptakan suatu hal yang indah.

Berbeda-beda tetap satu tujuan, yakni menghadirkan negara  yang “baldatun toyyibatun wa rabbun ghafur” dan menciptakan kesejahteraan masyarakat  Indonesia. Pengertian bhineka tunggal Ika tentu masih luas lagi, tetapi inilah opini saya  mengenai bhineka tunggal ika semboyan negara kita.  

Baca Juga: Nova Sevira: Menguak Tabir Kebenaran Anies Baswedan Diundang di KTT-G20

Penerapan bhineka tunggal ika harus mewarnai kehidupan di Indonesia, karena setiap  orang, setiap manusia pasti mempunyai sesuatu yang berbeda satu sama lain. Perbedaan  tetaplah perbedaan tak bisa disamakan, perbedaan dengan persatuan akan membuat keindahan,  bukankah lelaki beda dengan perempuan? Tetapi ketika mereka bersatu maka keindahan pun  muncul, bukankah Kristen beda dengan Islam?. 

Tentu sangat berbeda, tetapi ketika dua agama  itu bersatu maka terciptalah perdamaian di negara ini bahkan di dunia. Persatuan tidak  menuntut perbedaan harus menjadi persamaan, perbedaan tetaplah perbedaan, tak sehat jika  lelaki menjadi perempuan karna ingin sama, Islam beribadah di gereja karna ingin sama. Hal  itu tentu sesuatu yang tidak bisa diterima, dan hal itu bukanlah penerapan bhineka tunggal Ika  yang sebenarnya.  

Baca Juga: Ingin Tidur Lebih Nyenyak dan Tanpa Gangguan? Berikut Caranya

Keberagaman suku, ras dan agama bukanlah ancaman perpecahan tetapi pada  hakikatnya keberagaman itu mengancam lahirnya keindahan. Bukankah taman akan indah  karna berbagai jenis tanaman didalamnya? Bukankah langit indah karna berbagai benda luar  angkasa yang berbeda-beda?. 

Bukankah setiap huruf itu berbeda-beda bentuk dan maknanya?  Tetapi ketika tanaman yang berbeda itu menjadi satu kesatuan maka taman itu menjadi indah,  benda luar angkasa saling bersinergi maka bumi menjadi aman, dan huruf yang berbeda-beda  menjadi satu kesatuan kata maka akan bisa memberi makna.  

Baca Juga: Ji Chang Wook, Aktor Korea Selatan Turut Berdonasi Untuk Korban Gempa Cianjur

Dari pemaparan diatas, maka bisa disimpulkan bahwa bhinneka tunggal ika ini ialah  bersinerginya dan bersatunya sesuatu yang berbeda-beda untuk mencapai tujuan bersama.  Seperti huruf “S” dan huruf “A” yang berbeda dalam segi bentuk, tetapi ketika mereka bersatu  maka mereka akan mencapai tujuannya bersama yakni mencapai makna “SAYA”.

Begitu juga  Indonesia yang didalamnya banyak sekali perbedaan, tetapi ketika bersatu maka dengan izin  Allah, kita akan mencapai tujuan bersama yakni menjadi negara “baldatun tayibatun wa  rabbun ghafur”.*** (Wida Apridalia Karnisya/ PMI-1C).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ridwan Mubarok

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X