Nova Sevira: Menguak Tabir Kebenaran Anies Baswedan Diundang di KTT-G20

photo author
Ridwan Mubarok, Journal Nusantara
- Minggu, 4 Desember 2022 | 20:25 WIB
Anies Baswedan, Bakal Calon Presiden yang selalu moncer di Lembaga Survei. Anies memperoleh dukungan yang luar biasa dari rakyat di Republik ini.
Anies Baswedan, Bakal Calon Presiden yang selalu moncer di Lembaga Survei. Anies memperoleh dukungan yang luar biasa dari rakyat di Republik ini.

JournalNusantara.com - Pada tanggal 14 November 2022 Media Nasional Republika menulis, jika Anies diundang menjadi panitia untuk menjadi salah satu pembicara diacara G20 dinusa Dua, dan dipinta menjadi salah satu narasumber terkait kepemimpinannya di Provinsi DKI Jakarta, khususnya pengendalian emosi karbon.

Anggota komisi VI DPR RI dari partai Demokrat, Herman Khoeron bilang ke sosial media, kehadiran Anies Baswedan dalam forum G20 menunjukkan kinerja Anies diakui dunia, dalam hal ini menunjukkan kapasitas serta kompetensi yang diakui dunia internasional.

Baca Juga: Ingin Tidur Lebih Nyenyak dan Tanpa Gangguan? Berikut Caranya

Adapun menurut loyalitas Anies yang bernama Jamaluddin Ritonga, dosen universitas Esa Unggul, berkata: Diundangnya Anies membuktikan bahwa dia memang bekerja keras dan berprestasi selama memimpin DKI Jakarta. Sampai ada netizen yang membandingkan presiden Jokowi dengan Anies bahwasanya ada yang keringetan di ruangan ber-Ac "kutipnya"

Sehingga orang merasa heran Anies itu sehebat apa sih sampai-sampai diundang untuk hadir bersama para kepala negara? Dia di undang sebagai pembicara khusus atau apa? Kalo ini berita bohong kenapa sih bisa disiarkan selevel Republika?

Baca Juga: Ji Chang Wook, Aktor Korea Selatan Turut Berdonasi Untuk Korban Gempa Cianjur

Apalagi beredar pula video yang menunjukkan Anies sedang diwawancarai seorang bule dalam sebuah acara resmi, dan itu semakin memperkuat keadaan bahwa kehadiran Anies sebagai pembicara di G20. Akan tetapi kebohongan semacam itu secara mudah akan terbongkar.

Dan dalam hal ini Anies emang hadir di Bali tetapi bukan di G20, dan pak Anies sendiri tidak  pernah bilang dia hadir di G20 dalam berita Republika sendiri tertulis, bahwa sebenarnya ada kutipan di Twitter Anies dengan kata "sebuah kehormatan diundang sebagai pembicara dalam acara Bloomberg NEF Summit, salah satu side event di G20 dan B20, dinusa Dua, Bali. Berbagi pengalaman tentang berbagai upaya yang telah dilakukan di DKI Jakarta dalam menghadapi perubahan iklim". 

Artinya pak Anies sendiri tidak berbohong, tapi kenapa Republika sampai salah menulis? Bisa jadi karena wartawan Republika itu sendiri fansnya pak Anies atau hanya kecerobohan saja. 

Baca Juga: Belum Ada Laporan Pengungsian di 5 Desa Yang Terdampak Gempa Garut

Sebenarnya kubu Anies tidak perlu sampai harus berbohong seperti itu, karena hadirnya dan menjadi pembicara di Bloomberg NEF Summit itu sebenarnya sudah cukup prestisius. Nah yang disebut dengan Bloomberg adalah lembaga konsultan dan penelitian yang memfokuskan diri pada isu-isu peralihan energy. 

Dan saya membaca dari warta ekonomi.co.id Anies Baswedan menjadi pembicara ajang side event G20, Bali. Bloomberg NEF Summit, bahwa calon presiden partai Nasdem tersebut mengaku dirinya diundang dalam gelaran tersebut, padahal yang sebenarnya adalah Anies Baswedan sendiri lah yang mengajukan menjadi pembicara dengan mengisi formulir. 

Tapi wajar juga sih kalo pak Anies di undang sebagai pembicara, karena selama ini yang kita tahu di sosmed beliau memang terkenal membranding dirinya sebagai gubernur yang pro dalam pembangunan ramah lingkungan, jadi tidak menutup kemungkinan jikalau pak Anies diminta untuk menshare pengalamannya di Jakarta.

Akan tetapi pak Anies harus mengklarifikasi bahwa dia tidak diundang ke G20 kepada publik, sehingga dapat mengharumkan lagi namanya setidaknya dapat mengurangi tilaian buruk para netizen karena kasus kebohongan ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ridwan Mubarok

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X