daerah

Pensiunan Guru di Cianjur Dapat Bantuan Usaha dari Rumah Zakat

Jumat, 24 Juli 2026 | 15:21 WIB
Ibu Titih, pensiunan guru di Desa Cibinonghilir, Cianjur, menerima bantuan penyertaan modal usaha dari Rumah Zakat. (FOTO: Ist)

JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Rekam jejak kebaikan yang ditanam saban hari kerap berbuah kepedulian dari sesama. Pengalaman berharga ini dirasakan oleh Titih, pensiunan guru di Kampung Sukamanah, Desa Cibinonghilir, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur.

Selama puluhan tahun berprofesi sebagai pendidik, ia tidak sekadar mentransfer ilmu di ruang kelas, tetapi juga aktif menyokong kegiatan keagamaan warga dengan menyumbangkan tenaga serta sebagian rezekinya.

Di mata masyarakat setempat, sosok Titih dipandang sebagai figur teladan yang mengajarkan ketulusan lewat tindakan nyata. Kendati sudah memasuki purna tugas, semangatnya untuk tetap produktif tidak surut.

Demi menjaga kemandirian finansial di usia pensiun, ia merintis usaha mandiri yang diharapkan mampu menopang kebutuhan harian sekaligus memberi kemanfaatan bagi lingkungan sekitar.

Wujud apresiasi atas pengabdian panjang tersebut direalisasikan melalui Rumah Zakat yang menyalurkan bantuan pemberdayaan usaha.

Dukungan finansial dan pendampingan ini difungsikan untuk memperkuat fondasi bisnis yang sedang dirintis agar berdaya saing serta menghasilkan pendapatan yang berkelanjutan.

Program pemberdayaan ini menegaskan pesan bahwa ketulusan dalam mengabdi senantiasa berbalas kebaikan. Bantuan yang diserahkan bukan semata dukungan materiil, melainkan wujud penghormatan atas dedikasi seorang guru yang konsisten membangun kualitas sosial dan spiritual warga.

Melalui bantuan modal tersebut, Rumah Zakat berharap Titih dapat terus berkarya dan menjaga kemandirian di usia tua.

Keberhasilan usaha ini diproyeksikan mampu membawa keberkahan keluarga sekaligus memotivasi publik bahwa semangat berbagi tidak terbatas oleh umur.

Langkah ini juga mempertegas komitmen lembaga zakat dalam mengawal kesejahteraan para pejuang pendidikan di tingkat tapak.

Bagi warga Sukamanah, pengabdian seorang guru tidak berhenti saat purna tugas, melainkan terus hidup lewat jejak kepedulian yang diwariskan.

Tags

Terkini