daerah

Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Kian Pekat hingga Picu Ratusan Kasus ISPA

Minggu, 5 Juli 2026 | 09:53 WIB
Kualitas udara memburuk akibat kebakaran di TPA Jatiwaringin, Tangerang. (Threads/alief_maulana.poles)

JOURNALNUSANTARA.COM, TANGERANG - Petugas gabungan hingga kini masih berjuang keras memadamkan kobaran api yang melanda Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten.

Kebakaran besar yang meluas dengan cepat ini memaksa proses lokalisasi api dilakukan melalui strategi pengeboman air dari udara dan penyemprotan jalur darat.

Melihat dampak kerusakan yang semakin meluas, Pemerintah Kabupaten Tangerang resmi memberlakukan status tanggap darurat bencana selama dua pekan ke depan.

Kebakaran yang bermula sejak akhir Juni 2026 tersebut dilaporkan telah melahap sedikitnya 7 hektare lahan penumpukan sampah dari total luas area yang mencapai 33 hektare.

Dampak dari peristiwa ini membuat pemukiman di sekitar area pembuangan terkepung asap tebal, sehingga sejumlah warga terpaksa dievakuasi ke balai desa terdekat.

Kementerian Lingkungan Hidup mengonfirmasi bahwa sebaran polutan halus atau PM2,5 di sekitar lokasi telah menembus ambang batas ekstrem dan masuk kategori sangat berbahaya.

Otoritas lingkungan mencatat angka konsentrasi partikel debu telah melampaui 1.000 mikrogram per meter kubik, yang berisiko tinggi merusak kesehatan pernapasan.

Upaya rekayasa cuaca berupa hujan buatan sempat direncanakan untuk menekan kepekatan asap, namun langkah tersebut terkendala oleh minimnya potensi awan hujan di langit Tangerang.

Krisis lingkungan yang sedang terjadi di TPA Jatiwaringin ini kemudian memicu reaksi keras dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atau WALHI.

Organisasi non-pemerintah tersebut melaporkan bahwa polusi asap pembakaran kini telah memicu sedikitnya 154 kasus infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang warga sekitar.

WALHI menilai bencana ini menjadi bukti nyata atas kegagalan tata kelola sampah yang masih menerapkan sistem pembuangan terbuka.

Penumpukan sampah organik yang memicu gas metana dinilai menjadi bom waktu yang sewaktu-waktu pasti akan memicu ledakan api hebat jika sistem pengolahan tidak segera dirombak total.

Tags

Terkini

Empat Pilar Harus Ditanamkan Sejak Dini

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:17 WIB