JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Sebanyak 26.981 santri yang tersebar di seluruh penjuru Kabupaten Cianjur secara serentak melaksanakan Ujian Akhir Diniyah Takmiliyah (UADT) dan Ujian Akhir Pendidikan Al-Qur’an (UAPQ) untuk tahun ajaran 2025/2026.
Perhelatan besar dalam dunia pendidikan keagamaan ini menjadi barometer utama untuk mengukur sejauh mana efektivitas proses belajar mengajar yang telah dilalui para peserta didik di Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) maupun Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) selama ini.
Prosesi pembukaan ujian secara resmi dipusatkan di Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al-Ikhlas yang berlokasi di Gang Rambutan, Kelurahan Solokpandan, Kecamatan Cianjur pada Senin 4 Mei 2026.
Agenda tersebut berlangsung khidmat dengan kehadiran Wakil Bupati Cianjur Ramzi beserta jajaran pejabat daerah, pemangku kepentingan di bidang pendidikan, hingga pengurus berbagai lembaga keagamaan setempat.
H. Muhammad Toha, S.Ag., M.Pd.I selaku Ketua Tim Teknis Penyelenggara P3DTPQ Kabupaten Cianjur mengungkapkan bahwa puluhan ribu peserta tersebut tersebar di 32 kecamatan.
Dalam laporannya, ia merinci komposisi peserta yang mengikuti evaluasi akhir ini. Jumlah peserta terdiri dari 22.356 santri MDT dan 4.625 santri TPQ, sehingga total keseluruhan mencapai 26.981 santri.
"Ini merupakan hasil dari proses pendataan dan persiapan yang telah dilakukan secara maksimal oleh panitia," ujarnya.
Sebelum sampai pada tahap ujian tertulis, para santri diwajibkan melewati fase munaqasah atau ujian praktik guna mengevaluasi kemampuan teknis keagamaan mereka.
Muhammad Toha menaruh harapan besar agar para santri dapat berkonsentrasi penuh agar mendapatkan hasil yang optimal. Insyaallah hasilnya akan memuaskan manakala anak-anak fokus dalam mengerjakan soal.
"Ujian ini bukan hanya untuk kepentingan dunia, tetapi juga menjadi bekal hingga akhirat," tambahnya.
Wakil Bupati Cianjur, Ramzi, dalam sambutannya menekankan bahwa pendidikan agama merupakan instrumen strategis dalam memproteksi moral anak bangsa di tengah perkembangan zaman.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengawal keberlangsungan MDT dan TPQ sebagai kawah candradimuka karakter anak.
"Pemerintah Kabupaten Cianjur akan terus mendukung program pendidikan keagamaan seperti ini, karena menjadi bagian penting dalam mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak," tuturnya sebelum menyematkan kartu peserta secara simbolis.
Senada dengan hal tersebut, Kasi PD Pontren Kemenag Cianjur, Aris Raya, mengingatkan para santri mengenai keistimewaan ilmu agama yang mereka pelajari.