JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, meninjau langsung jalannya Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SD Negeri Cikancana 2, Kecamatan Gekbrong, guna memastikan proses evaluasi belajar tersebut memenuhi standar nasional.
Kunjungan yang berlangsung pada Senin, 20 April 2026, ini bertujuan untuk menjamin kelancaran teknis sekaligus memantau sejauh mana capaian akademik para siswa di tingkat dasar.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam mengukur mutu pendidikan secara serentak di seluruh tanah air sebagai bahan rujukan perbaikan sistem pembelajaran ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyu menyempatkan diri berdialog dengan para peserta didik serta mengecek kesiapan infrastruktur digital yang digunakan selama ujian berbasis sistem tersebut.
Menurut Wahyu, pelaksanaan tes ini bukan sekadar rutinitas, melainkan instrumen penting untuk mendapatkan data objektif mengenai kompetensi siswa.
"Kami ingin memastikan TKA berjalan tertib sehingga hasilnya dapat dijadikan dasar yang kuat dalam merumuskan kebijakan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Cianjur," tutur Wahyu saat meninjau ruang kelas.
Selain fokus pada pelaksanaan ujian, Bupati juga mengamati kondisi fisik bangunan sekolah yang baru saja mendapatkan sentuhan perbaikan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun anggaran 2025.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk menyeimbangkan antara peningkatan kurikulum dengan ketersediaan fasilitas penunjang yang layak.
"Hal ini dilakukan agar ekosistem pendidikan di Cianjur semakin kondusif bagi tumbuh kembang bakat para siswa di berbagai wilayah," ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, menambahkan bahwa TKA merupakan pengembangan dari sistem Asesmen Nasional yang terintegrasi dengan ANBK.
Ruhli menekankan bahwa nilai dari tes ini tidak menjadi satu-satunya penentu kelulusan, melainkan sebagai alat pemetaan kekuatan dan kelemahan akademik siswa.
"Nantinya, para siswa akan menerima Sertifikat Hasil Tes Kemampuan Akademik (SHTKA) yang berguna sebagai bahan pertimbangan saat mendaftar ke jenjang sekolah menengah pertama unggulan," tutur dia.
Data dari Disdikpora mencatat tingkat partisipasi yang sangat signifikan, di mana seluruh sekolah dasar di Cianjur yang memiliki kelas 6 terlibat penuh dalam program ini.
Dari puluhan ribu siswa yang terdaftar, angka kehadiran mencapai 99,50 persen, sebuah pencapaian yang menunjukkan tingginya antusiasme pendidikan di daerah tersebut.